Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (06/08/2020) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan akan menguat.
Riset harian dari samuel sekuritas Indonesia memperlihatkan, rilis data terkini adalah pertumbuhan GDP Indonesia per 2Q20 yang melemah 5,32% yoy/4,19% qoq yang dirilis kemarin siang. Meskipun rilis data berada dibawah consensus (-4,61% yoy/-3,49%) namun pasar menguat pada sesi-II hingga ditutup positif pada akhir sesi. Hari ini akan ada rilis data IKK (Indeks Keyakinan Konsumen) Indonesia per Jul-20 (Jun-20 83,8; cons 88). “Kami menilai, kenaikan bursa global serta ekspektasi positif investor terhadap pasar berpotensi kembali mendorong pasar menguat pada hari ini,” demikian tersebut dalam laman samuel.co.id.
Pasar saham Amerika bergerak positif merespon earnings positif dari Disney, harapan atas vaksin Covid-19, serta penguatan saham-saham teknologi. Data terkini adalah trade balance periode Jun-20 yang tercatat defisit USD 50,7 miliar (defisit May-20 USD 54,8 miliar; defisit cons USD 50,1 miliar). DJIA plus 1,39% ke level 27,201, S&P500 0,64% dan Nasdaq 0,52%.
Indeks EIDO positif 2,25% dan IHSG Rabu ditutup 1,03% menjadi 5.127 dengan penopang saham TLKM, ICBP, BMRI. Net sell asing pada pasar regular mencapai Rp 360,4 miliar. Saham dengan nilai net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BMRI (Rp 110,8 miliar), HMSP (Rp 58,2 miliar), dan PWON (Rp 54,3 miliar), sementara net buy asing tertinggi adalah ICBP (Rp 105,2 miliar), MDKA (Rp 41,3 miliar), dan KLBF (R 33 miliar).
Foto: Rendy MR
