Jakarta, TopBusiness – Kementerian Perindustrian atau Kemenperin terus mendorong pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui optimalisasi pelaksanaan pendidikan vokasi. Untuk menjawab kebutuhan saat ini terhadap SDM yang kompeten, Kemenperin telah menjalankan berbagai program strategis seperti penyiapan tenaga kerja di bidang industri energi terbarukan yang semakin banyak diminati.
“Melalui salah satu perguruan tinggi yang kami miliki, yaitu Politeknik Akademi Teknologi (ATI) Padang, Kemenperin berkomitmen mengembangkan keilmuan energi terbarukan dengan membuka program studi (prodi) Diploma IV, yaitu Teknologi Rekayasa Bioproses Energi Terbarukan,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, di Jakarta, Senin (10/8).
Dia mengungkapkan, program studi baru di Politeknik ATI Padang tersebut diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten pada bidang industri, khususnya, energi terbarukan yang bisa langsung diserap. “Yang terpenting, Kemenperin akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa angkatan pertama program studi teknologi terbarukan di Politeknik ATI Padang,” tuturnya.
Energi terbarukan kini amat dibutuhkan sebagai upaya untuk mengatasi semakin menipisnya ketersediaan sumber energi fosil. Saat ini, energi terbarukan menjadi isu besar yang berpotensi mengubah peta geopolitik energi dunia. Kemajuan teknologi dan penurunan biaya teknologi membuat energi terbarukan tumbuh lebih cepat daripada sumber energi lainnya. “Bahkan, beberapa teknologi energi terbarukan, seperti biodiesel atau bioethanol, sudah kompetitif dengan bahan bakar fosil,” imbuh Kepala BPSDMI.
Sumber Foto: kemenperin.go.id
