Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan di hari Senin (31/08/2020) akhir bulan ini di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan positif. Sebab, mengikuti sentimen Wall Street, New York.
Dalam laman samuel.co.id, riset harian samuel sekuritas Indonesia menyatakan bahwa pasar Amerika ditutup menguat dan mencatatkan rekor baru pada Hari Jumat, masih didorong oleh pidato Jerome Powell dan kebijakan baru The Fed terkait penargetan inflasi. S&P 500 kembali menguat 0,67%, Nasdaq 0,60% dan Dow Jones 0,57%. Secara mingguan S&P bergerak naik 7,6%, Dow Jones 7,9%, dan Nasdaq 10,9%.
Yang dapat diperhatikan dari AS minggu ini adalah rilis data ketenagakerjaan AS periode Agustus 2020. Tingkat pengangguran diperkirakan turun ke 9,8% di Agustus dari sebelumnya 10,2% di Bulan Juli.
Donald Trump mengatakan bahwa vaksin anti-virus Corona sudah bisa tersedia sebelum 3 November, namun sepertinya vaksin yang di kembangkan oleh AstraZaneca di Inggris-lah yang akan rilis lebih awal karena uji coba akan selesai di akhir bulan ini. Sementara uji coba dari vaksin buatan Moderna kemungkinan akan mendapatkan hasil pada November atau Desember.
Pasar Indonesia mengalami penurunan 0,46% ke level 5.346 Jumat lalu dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 989,7 miliar. Namun secara mingguan dan Bulanan IHSG naik 1,3% dan 4,6%. Beberapa katalis dalam negeri yang dapat diperhatikan di minggu ini, seperti, rilis data M2 Money Supply YoY (prev: 8,2%) pada hari ini, Markit Manufacturing PMI (prev: 46,9, cons: 47,3), Inflation Rate YoY, (prev: 1,54%, cons: 1,4%), Inflation Rate MoM (prev: minus 0,1%, cons: 0.01%), dan Core Inflation Rate YoY (prev: 2,07%, cons: 2%) yang akan dirilis esok hari.
“Pagi ini Nikkei dibuka +1,65% dan Kospi +1,03%, kami perkirakan IHSG dapat berpeluang melanjutkan penguatannya hari ini,” demikian terungkap.
Fotographer: Rendy MR
