Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Kamis (24/09/2020) di Bursa Efek Indonesia terus mengalami kontraksi. Indeks komposit Jakarta harus kembali rela kehilangan 75,2 poin, atau setara dengan 1,53 persen ke posisi 4.842,756.
Ancaman resesi ekonomi telah membuat investor berpikir panjang. Selanjutnya, harga minyak mentah dunia kembali tertekan, seiring permintaan turun sehingga berpotensi terhadap pengurangan harga sektor turunannya. Tercatat, harga minyak WTI berada pada level USD 39,5 per barel dan brent 41,5.
Investor melepas saham-saham sektor agribisnis sehingga berkurang hingga 2,84 persen, diikuti pertambangan dan infrastruktur yang masing-masing mengalami minus 1,99 dan 1,88 persen.
Perdagangan berlangsung sepi dengan volume mencapai 8.171.890.943 unit saham dan frekuensi 532.413 kali transaksi senilai Rp 5,797 triliun.
Foto: Rendy MR
