Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia masih berpotensi mengalami tekanan, menyusul PSBB diperpanjang.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia via samuel.co.id, di Jakarta, Jumat ini, memperlihatkan bahwa perdagangan pasar saham Amerika semalam ditutup menguat, meski masih bergerak dalam tren penurunan dengan S&P 500 menguat 0,30%, Dow Jones 0,20%, dan Nasdaq 0,37%.
Rilis data Initial Jobless Claims AS periode 19 September sebesar 870K jiwa (prev: 866K jiwa; cons: 840K jiwa), sedikit meningkat dari periode sebelumnya. Tren perbaikan jobless claims masih melandai sejak memasuki Agustus 2020 di level saat ini yang masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi, sementara besaran stimulus weekly benefit di AS terpangkas di periode yang sama. “Kami melihat hal ini mentriger risk-off pada pasar ekuitas AS dan harga komoditas dunia,” demikian tertulis.
Di sisi domestik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memutuskan memperpanjang penerapan PSBB selama dua pekan hingga 11 Oktober 2020. Perpanjangan ini menyusul kembalinya penerapan PSBB ketat sejak 14 September lalu dengan pertimbangan terus meningkatnya kasus Covid-19 dan keterbatasan kapasitas ICU di Jakarta. Anies juga mengklaim, kini mulai tampak tanda-tanda pelandaian kasus positif di Jakarta meski masih terus meningkat. “Kami melihat perpanjangan masa PSBB ini akan turut berdampak pada kinerja keuangan maupun GDP di periode 4Q20 yang diawali bulan Oktober,” terungkap.
IHSG kemarin kembali ditutup melemah 1,53% ke level 4.842.8, masih bergerak dalam tren penurunan. Sementara pasar pergerakan bursa regional Nikkei dan Kospi pagi ini positif (0,45% dan 0,47%). “Kami melihat sentimen domestik masih dominan saat ini,” demikian tersebut.
