Jakarta, TopBusiness – Pada perdagangan Kamis (09/07/2020), indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan akan melanjutkan penguatan. Pasalnya, bursa Jakarta mengikuti gerak bursa saham Amerika dan regional.
Dalam riset harian sebagaimana dikutip dari laman samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bahwa pasar saham Amerika bergerak menguat, dengan indeks nasdaq kembali mencatatkan level tertinggi pada tahun ini pada level 10,492. DJIA positif 0,68% ke level 26,067, diikuti S&P500 0,78%, dan nasdaq 1,44%.
Bursa Eropa ditutup melemah, tertekan oleh harapan akan recovery ekonomi yang masih panjang. DAX Frankfurt minus 0,97%, FTSE London 0,55%, dan CAC Paris 1,24%. Harga minyak WTI pagi ini berada pada level USD 40,8 dengan Brent 43,3 dan emas 1.817. Investor menunggu rilis data Inflasi China per Jun-20 (May-20 2,4%; cons 2,5%) serta US Initial Jobless Claims per Jul-20 (Jun-20 1,43 juta; cons 1,37 juta).
Indeks EIDO plus 2,33% dan IHSG Rabu ditutup 0,81% menjadi 5.076 dengan penopang saham BBCA, BBRI dan SMMA. Net buy asing pada pasar regular mencapai Rp 218,7 miliar. Saham dengan nilai net buy asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (Rp 249,8 miliar), BBCA (Rp 161 miliar), dan MDKA (Rp 66 miliar). Semenetara net sell asing dicatatkan oleh TLKM (Rp 51 miliar), BMRI (Rp 28,8 miliar), dan TKIM (Rp 27,5 miliar)
Rilis data terkini adalah Retail Sales Indonesia per May-20 yang turun 20,6% yoy (Apr-20 -16.9%). Angka tersebut sudah sesuai perkiraan pasar yaitu melemah 23% dengan adanya pembatasan wilayah serta turunnya daya beli masyarakat. “Kami menilai pergerakan IHSG hari ini cenderung akan mengikuti kenaikan bursa US dan regional yang dibuka menguat pagi ini. Ekspektasi pemulihan aktivitas ekonomi masih menjadi sentimen utama bagi investor,” demikian tersurat.
Fotographer: Rendy MR
