TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

High Risk, Yield Obligasi Pemerintah Naik

Busthomi
6 October 2020 | 17:06
rubrik: Capital Market
Pefindo: Paruh Pertama, Transaksi Pasar Obligasi Sepi

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat selama pekan lalu terjadi peningkatan risiko di pasar surat utang atau obligasi. Kondisi tersebut ikut memicu imbal hasil atau yield obligasi pemerintah.

Menurut laporan dari Tim Riset Ekonpmi Pefindo selama pekan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah untuk 10 tahun naik menjadi 6,92% pada Jum’at (2/10) dari sebelumnya 6,91% di akhir pekan sebelumnya Jum’at (25/9).

“Peningkatan ini seiring dengan adanya sentimen negatif dari pasar obligasi yakni meningkatnya risiko,” sebut laporan tersebut seperti yang diterima media, di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Hal ini terlihat dari adanya hedge fund seperti Pinebridge & Aberdeen yang menurunkan penilaian mereka ke pasar obligasi Indonesia. “Selain itu, risiko global juga meningkat saat ini, investor asing kecenderungan meninggalkan emerging markets,” katanya.

Sumber: Pefindo

Pada Jum’at (2/10) lalu, imbal hasil treasury AS 10-tahun naik menjadi 0,70% dari sebelumnya 0,65% di Jum’at (25/9).

Peningkatan tersebut didorong bahwa pertumbuhan pekerjaan AS melambat pada bulan September 2020. Ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk stimulus fiskal tambahan karena pandemi COVID-19 berlarut-larut dan mengancam pemulihan ekonomi.

Sumber: Pefindo

Sementara itu, untuk imbal hasil obligasi korporasi justru turun. Untuk obligasi korporasi dengan peringkat AAA, imbal hasil untuk tenor 9-10 tahun berada di kisaran 8,79%-8,94%. Pada obligasi berperingkat AA dengan tenor 9-10 tahun berada di kisaran 9,26%-9,43%.

“Sedang untuk obligasi berperingkat A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,72%-10,83%, dan pada peringkat BBB di kisaran 12,98%-13,21%,” pungkas dia.

Foto: Istimewa

BACA JUGA:   Di Akhir Perdagangan, IHSG Naik
Tags: high riskobligasiobligasi pemerintahrisiko
Previous Post

KAI Ingatkan Pengguna Jalan

Next Post

Covid Perbesar Persentase Pengeluaran Makanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR