Jakarta, TopBusiness—Karena pandemi Covid-19, persentase dari total keranjang konsumsi masyarakat Indonesia untuk makanan, diproyeksikan lebih tinggi.
“Kini kami memproyeksikan [pengeluaran] makanan menjadi lebih tinggi, sebesar 50,1%, pada 2020. Proyeksi sebelumnya adalah 49%,” demikian dipaparkan oleh survei DBS Group Research, yang diterima kemarin malam oleh wartawan Majalah TopBusiness.
Dijelaskan, seiring dengan pemulihan ekonomi pada 2021 dan 2022, persentase tersebut akan menurun secara bertahap.
Selain itu, mengingat ketidakpastian, tampaknya para responden survei berhati-hati dengan pandangan mereka tentang masa depan, dan mengalokasikan lebih banyak pendapatan mereka ke tabungan dan investasi, setidaknya untuk tiga sampai enam bulan ke depan. Itu ketimbang menghabiskan uang untuk belanja barang dan kegiatan tidak perlu.
Dijelaskan pula, beberapa perusahaan FMCG yang diwawancarai oleh DBS Group Research, tampaknya masih mampu mengatasi keadaan dengan baik. Itu meski terdapat persamaan di antara mereka, bahwa ada ketidakpastian tentang apa yang akan dihadapi pada masa depan.
Persamaan lainnya adalah adanya kebutuhan untuk fokus ke diversifikasi, baik produk, geografi, saluran penjualan. Dan. Masih banyak. Lagi.
Keterangan Foto: Konsumen Ponsel
Pewarta Foto: Rendy MR/TopBusiness
