TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Prudential Perkuat Literasi ke 200 Ribu Anak Indonesia

Busthomi
7 October 2020 | 09:30
rubrik: Business Info
Prudential Perkuat Literasi ke 200 Ribu Anak Indonesia

Jakarta, TopBusiness – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memahami bahwa literasi anak masih sangat membutuhkan dukungan, bahkan urgensinya kian terlihat di masa pandemi COVID-19. Merespons hal ini, Prudential Indonesia melaksanakan rangkaian program penguatan literasi anak guna mendukung mereka hidup lebih sehat dan sejahtera.

Inisiatif yang diharapkan dapat menjangkau lebih dari 200.000 siswa hingga akhir 2020 ini dipaparkan pada Webinar KompasTalks “Literasi Anak Jadi Awal Kesejahteraan Indonesia” yang digelas Selasa (6/10/2020). Acara dihadiri oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMDIKBUD RI), UNICEF, Prestasi Junior Indonesia (PJI), dan pegiat literasi, Nila Tanzil.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menyampaikan, selama 25 tahun, Prudential Indonesia percaya bahwa bisnis yang baik harus diikuti dengan berbagi kebaikan kepada masyarakat, yang sejalan dengan semangat ‘We DO Good’. Pendidikan adalah salah satu pilar penting pada komitmen pemberdayaan masyarakat dari Community Investment Prudential Indonesia, karena memiliki efek domino pada seluruh sendi kehidupan.

“Oleh karena itu kami terus menguatkan literasi anak sejak dini melalui dua program besar, yaitu program dukungan pendidikan yang berkolaborasi dengan UNICEF, serta program Cha-Ching bersama PJI. Keduanya juga merupakan bagian dari upaya kami membantu generasi penerus mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya kelak,” kata dia di acara itu.

Dr. Samto, Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemdikbud RI menyampaikan, di abad 21, keterampilan yang sangat dibutuhkan salah satunya adalah literasi, karena menjadi dasar bagi semua. Literasi bukan sekedar baca tulis, tapi terkait dengan rangkaian panjang sehingga anak tidak sekadar bisa membaca teks, namun juga mampu memahami konteks.

“Hal ini harus dimulai sejak dini, untuk mendukung hal tersebut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencanangkan serangkaian program, seperti Gerakan Literasi Nasional, asesmen kompetensi minimum siswa untuk literasi dan numerasi, dan banyak lainnya,” terang Samto.

BACA JUGA:   Prudential Beri Perlindungan Jiwa ke Tim Medis dan Relawan

Kecakapan literasi, termasuk literasi keuangan masih harus terus didukung karena nyatanya tingkat kemampuan literasi di Indonesia masih belum merata. Sebagai contoh, indeks aktivitas literasi membaca (alibaca) menunjukkan bahwa masih terdapat celah perbedaan cukup tinggi antara provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi dengan indeks alibaca tertinggi (58,16) dengan Papua yang menduduki peringkat indeks alibaca terendah (19,9) .

Kesenjangan ini kian terasa makin berat di tengah pandemi. Menyusul ditutupnya sebagian besar sekolah, proses belajar mengajar kini mengandalkan metode daring. UNICEF menyebutkan bahwa 35% siswa belum memiliki koneksi internet memadai untuk sekolah daring . Selain itu, hanya sedikit anak yang memiliki komputer atau laptop untuk mengakses internet dari rumah, terutama mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata kurang dari 15% .

“COVID-19 telah berdampak terhadap hampir 60 juta anak di Indonesia. Kita harus memastikan setiap anak bisa terus belajar. Anak-anak adalah urusan semua orang dan UNICEF menghargai dukungan Prudential Indonesia dalam membantu memprioritaskan pendidikan mereka,” imbuh Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini.

Sejak Agustus 2020, Prudential Indonesia berkolaborasi dengan UNICEF dalam mendukung Kemdikbud RI dalam melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan anak-anak dan orang tua di berbagai wilayah nusantara dapat menjalankan proses belajar mengajar secara aman, sehat dan nyaman.

Di antaranya melalui online learning, home learning untuk anak di wilayah Indonesia Timur, serta pengembangan kapasitas untuk para pengajar agar mampu beradaptasi di new normal ini. Hingga Januari 2021, program ini ditargetkan untuk menjangkau 69.000 siswa dan 3.750 guru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Nila Tanzil, Pegiat Literasi dan Pendiri Taman Bacaan Pelangi mengapresiasi langkah ini. Ia menegaskan, literasi anak Indonesia merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi yang sinergis sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:   Prudential Siap Terapkan PSAK 117 untuk Perlindungan Berkelanjutan bagi Nasabah Kini dan Nanti

“Keseluruhan program yang dilakukan oleh Prudential Indonesia adalah contoh baik untuk memotivasi seluruh pihak menyalakan semangat anak-anak dalam mengenyam pendidikan yang berkualitas. Saya percaya kolaborasi ini berperan dalam membangun SDM unggul, menuju Indonesia maju,” ujar dia.

Foto: Istimewa

Tags: asuransi prudentialkementerian pendidikanliterasi anakPrudential
Previous Post

IHSG Alami Tekanan Jual sebab Wall Street

Next Post

Gandeng ShopeePay, DIVA Beri Promo Cashbak Melalui Kasirku

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR