TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sepekan Ini, Pelaku Pasar Wajib Pantau Kondisi AS

Busthomi
12 October 2020 | 11:18
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Pelaku pasar harus terus menjaga kewaspadaannya terhadap segala sentimen yang ada, terutama yang berkaitan dengan kondisi perpolitikan di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, hal itu bisa memengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua Oktober 2020 ini.

Hal ini seperti disampaikan oleh pengamat pasar modal, Hans Kwee dalam laporan riset mingguannya di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Beberapa sentimen yang memengaruhi itu, antara lain, pertama, fluktuasi pasar itu akibat naik-turunnya kemajuan perundingan stimulus fiskal. Pasar sempat bereaksi negative ketika Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi pada awal pekan.

Akan tetapi sesudah itu, Trump memberikan dukungan stimulus terutama bantuan untuk maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya. Namun Ketua DPR Nancy Pelosi menolak gagasan RUU mandiri untuk bantuan maskapai penerbangan tanpa kesepakatan stimulus yang lain. Saat ini ekonomi Amerika Serikat sangat membutuhkan stimulus fiskal menyusul perlambatan pemulihan ekonomi yang terjadi. 

Kedua, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin kembali gagal mencapai kesepakatan pada akhir pekan. Mnuchin mengajukan proposal baru pada Jumat sore, tetapi pembantu Pelosi mengatakan, proposal tersebut tidak memiliki rencana luas dan rinci untuk mengatasi pandemi.

“Diperkirakan negosiasi paket stimulus fiskal untuk mengatasi covid-19 akan terus berlanjut pada pekan ini. Biarpun kecil peluang tercapai kesepakatan sebelum pemilu AS, tetapi kemajuan perundingan menjadi sentimen positif bagi pasar,” katanya. 

Selain itu, ketiga, pelaku pasar mulai mengantisipasi peluang kemungkinan kandidat presiden Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden 3 November 2020. Setelah debat yang brutal pada bulan lalu, ternyata berhasil menaikan keunggulan Biden atas Trump dalam beberapa jajak pendapat nasional di Amerika Serikat. 

BACA JUGA:   Kuartal II-2023, Laba Bersih WEGE Rp17,56 Miliar

Kemenangan Biden dan Demokrat akan membuka peluang stimulus fiskal yang lebih besar sehingga mempercepat pemulihan ekonomi negative tersebut. Kemenangan Biden diperkirakan akan membuat kebijakan ekonomi AS menjadi lebih pasti dan berbeda dengan Trump yang labil dan bisa berubah setiap saat tergantung  mood. “Hal ini juga berpeluang membuat dolar AS melemah dalam jangka panjang,” katanya. 

Sentiment dari dalam negeri, kata dia, Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja memberikan banyak sentimen positif bagi dunia bisnis dan ekonomi Indonesia. Dampaknya memang akan terasa dalam jangka panjang. Sektor Manufaktur mendapatkan manfaat dan berpeluang mendapatkan realokasi pabrik dari China ke Negara Asia Tengara.

Hal ini positif karena kemudahan investasi bagi pemodal asing akan mengurangi ketergantungan foreign inflow ke dunia keuangan. “Adapun aksi aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja yang di sahkan DPR itu biarpun berlangsung anarkis tidak membuat pelaku pasar panik. Pasar saham tetap positif karena biasa demo berlangsung pendek dan tidak punya pengaruh besar pada perekonomian,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, laju IHSG sendiri memang masih berat. “IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5,001 sampai 4,881 dan resistance di level 5,099 sampai 5,187,” kata dia.

Pada pekan lalu, berdasar data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sendiri mengalami peningkatan 2,58 persen menjadi 5.053,663 dari posisi 4.926,734 pada penutupan pekan lsebelumnya. Hal ini karena adanya peningkatan selama sepekan itu. Peningkatan tertinggi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa yang melonjak tajam sebesar 24,22 persen menjadi Rp8,335 triliun dari Rp6,710 triliun pada penutupan pekan yang lalu.

Kemudian diikuti oleh kenaikan sebesar 4,65 persen pada rata-rata volume transaksi menjadi 11,024 miliar saham dari 10,534 miliar saham sepekan yang lalu. Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan meningkat 2,58 persen menjadi Rp5.877,468 triliun dari Rp5.729,839 triliun dari minggu lalu. Sedangkan data rata-rata frekuensi harian selama sepekan mengalami perubahan sebesar 6,16 persen menjadi sebesar 578,849 ribu kali transaksi dari 616,832 ribu kali transaksi sepekan yang lalu.

BACA JUGA:   Di Pembukaan Perdagangan, Indeks Menipis

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

Tags: analishans kweeihsgproyeksi ihsg sepekan
Previous Post

Dipuji, Perhatian Kadin ke UMKM

Next Post

HIN Terus Ekspansi di Tengah Pandemi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR