Jakarta-Thebusinessnews, Selama ini banyak nasabah Kredit Kepemilikan Rumah mengeluhkan ketidak pastian suku bunganya. Fenomena itu diperkuat dari hasil penelitian bertajuk Transparansi Perbankan di Indonesia oleh lembaga ResponsiBank Indonesia.
Menurut Koordinator Sekretariat Koalisi ResponsiBank Indonesia, Akbar Ali Skema KPR yang ditawarkan oleh sebagian besar bank untuk membeli rumah dengan cicilan relatif rendah tampak memberi solusi bagi calon pembeli rumah.” Namum fasilitas itu justru menjadi beban karena bank cenderung bermain main dengan suku bunga,” ujar dia di Jakarta, Kamis,11 Juni 2015.
Ia melanjutkan, perbankan nasional juga cenderung tidak mengikuti arah kebijakan regulator perbankan nasional yang tertuang dalam POJK no 1/POJK.07/2013 yang mengharuskan lembaga keuangan untuk meningkatkan transparasi dan membuka mamfaat, risiko dan biaya produk atau jasa serta prosedur sederhana bagi konsumen.
Hal itu terlihat setiap suku bunga acuan Bank Indonesia naik maka suku bunga KPR ikut naik. namum berbeda kala Bank Indonesia menurunkan suku bungan acuan atau BI rate, dimana suku bunga KPR enggan turun. “ ada indikasi bahwa KPR hanya menguntungkan pengembang dan bank sementara konsumen dipihak yang dirugikan,” papar dia.
Lebih jauh Akbar menjelaskan, dari hasil kajiannya tentang tranparansi dan akuntabilitas di sebelas bank yang beroperasi di Indonesia. Hanya satu Bank asing yag masuk kategori sedanng terkait tranparansi dan akuntabilitas yakni Citibank dengan skor 4,9 . kategori sedang atau follower ini sudah dimaksudkan kebijakan Bank tersebut sudah mulai kebijakan tranparansi dan keterbukaan sesuai GRI G4 (sustainability Reporting Guideline.
Sementara 10 bank lain tergolong rendah atau perlu upaya keras untuk mengikuti standar GRI G4. Bak tersebut, BNI skor 2,8; Danamon Skor 2,7;HSBC skor2,7; BRI skor 2,2; Mandiri skor 1,9;OCBC-NISP skor 1,6; CIMB-Niaga skor 2,2;BCA skor 0,3;dan Panin skor 0,3.Ali menjelaskan skor tersebut berdasarkan pengungkapan keterbukaan di laporan tahunan ban tersebut dan kajian ini mengambil sampel lapran tahun 2013. (AZ)
