TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HK Terus Gencarkan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol

Albarsyah
21 October 2020 | 13:19
rubrik: BUMN
HK Terus Gencarkan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol

Jakarta, TopBusiness – Bertambahnya ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dioperasikan oleh PT  Hutama Karya (Persero) (HK), menjadi landasan bagi perusahaan sebagai salah satu  Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk melanjutkan kampanye peningkatan kesadaran  keselamatan berkendara di jalan tol dengan tajuk “Selamat Sampai Tujuan” atau SETUJU,  yang sebelumnya telah diluncurkan pada bulan Desember tahun 2019 lalu.

Dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business, Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyampaikan bahwa sebagai pelopor kampanye,  Hutama Karya terus menggalakkan pesan SETUJU dalam segala aspek baik di jalan tol yang  telah operasional maupun yang baru beroperasi. “Dalam kampanye SETUJU, sedikitnya ada 5  (lima) pesan yang terkandung didalamnya, yaitu SETUJU bahwa keselamatan adalah nomor  satu, SETUJU untuk turunkan fatalitas kecelakaan di jalan tol, SETUJU untuk tertib kecepatan  berkendara di jalan tol, SETUJU untuk tertib berkendara di jalan tol, dan SETUJU untuk tertib  tidak membawa muatan melebihi batas atau Over Dimensi dan Over Load (ODOL,.”  kata Suroto.

Lebih lanjut, Suroto menambahkan bahwa khusus untuk razia kendaraan ODOL, secara rutin  dilakukan perusahaan di seluruh ruas tol yang dikelolanya minimal 2 (dua) kali dalam sebulan  dan bekerjasama dengan berbagai pihak, mulai dari Patroli Jalan Raya (PJR), Korlantas  maupun Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. “Kami rutin lakukan baik di JTTS maupun di  Tol JORR-S dan ATP di Pulau Jawa. Mengingat bahwa ruas-ruas tol yang kami kelola  memiliki karakteristik jalan yang panjang dan menjadi arus distribusi logistik, sehingga pasti  sering dilewati oleh kendaraan bermuatan besar. Kami ingin memastikan bahwa kendaraan  yang mengangkut muatan tidak melebihi kapasitas yang seharusnya,” ujar Suroto  . 

BACA JUGA:   Holding Statement Hutama Karya Soal Proyek Pabrik Gula Djatiroto

Razia ODOL dilakukan secara acak dan bergiliran baik dari sisi lokasi maupun waktu. Baru – baru ini, HK melakukan razia kendaraan ODOL di ruas tol yang baru saja  diresmikan dan dioperasikan yakni ruas tol Pekanbaru – Dumai pada Selasa (5/10) sampai  dengan hari Kamis (8/10) lalu dengan menggandeng Patroli Jalan Raya (PJR), Polisi Militer  Angkatan Darat, Polisi Militer Angkatan Laut, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD)  dan Dinas Perhubungan Provinsi Riau.

Walau terbilang baru, Jalan Tol Pekanbaru – Dumai merupakan ruas tol terpanjang ketiga di  Indonesia, bahkan kurang dari sebulan, total kendaraan yang melintas di ruas tol Pekanbaru – Dumai hingga Senin (12/10) lalu telah mencapai 238.775 kendaraan. Sehingga kegiatan ini  penting dilakukan untuk memelihara kualitas jalan tol dan juga memberikan pemahaman  kepada pengguna jalan tol. Adapun dari razia penindakan kendaraan ODOL di Jalan Tol  Pekanbaru – Dumai tersebut, Hutama Karya mencatat total 56 kendaraan yang melanggar, total  tersebut merupakan akumulasi dari 13 kendaraan Golongan 2, 41 kendaraan Golongan 3, dan  2 kendaraan Golongan 4.

Tidak hanya itu, di Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) juga baru saja dilakukan  razia penindakan kendaraan ODOL bagi pengendara yang akan masuk Gerbang Tol Kota Baru,  pada hari Sabtu (17/10). Berbeda dengan jalan tol lainnya, Jalan Tol Bakter ini dilakukan razia  penindakan kendaraan ODOL dengan menggunakan alat Weight In Motion (WIM). “Karena  Tok Bakter merupakan pintu awal masuk Jalan Tol Trans Sumatera, telah kami pasangkan  WIM untuk mendukung penindakan ODOL. WIM merupakan alat timbang kendaraan yang  akan masuk ke jalan tol dimana kendaraan tersebut tidak perlu berhenti untuk ditimbang,  namun cukup melewati timbangan WIM dengan kecepatan rendah. Sistem WIM akan secara  otomatis mencatat data berat kendaraan tersebut dengan cepat dan akurat,” terang Suroto.

BACA JUGA:   HK Realtindo Luncurkan Nusa Edu Park

Selain itu, menjelang akhir tahun 2020, Hutama Karya membuat gebrakan terbaru yakni  dengan menggelar “Operasi Mengantuk” pertama di Indonesia. “Operasi mengantuk” ini  pertama kali dilaksanakan di Ruas Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung  (Terpeka) pada Sabtu (5/9) lalu dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi  Lampung dan kemudian dilanjutkan di ruas tol lainnya di JTTS. Dalam Operasi Mengantuk,  kendaraan yang melintas akan dialihkan ke Rest Area terlebih dahulu dengan bantuan Petugas  PJR dan Petugas Lalu Lintas Tol, yang kemudian dilakukan pengecekan kondisi pengemudi  dan dilakukan survey singkat untuk mengetahui apakah pengemudi tersebut mengantuk atau  tidak. 

Pengemudi yang didapati mengantuk akan diminta untuk beristirahat terlebih dahulu, dan  perusahaan memberikan asupan gratis berupa kopi dan snack yang bertujuan agar pengemudi  tetap terjaga. Selain itu, dilakukan juga pengecekan kondisi kendaraan pengemudi oleh petugas seperti memastikan kondisi ban dalam keadaan baik dan lampu belakang kendaraan menyala  dengan baik. “Ide Operasi Mengantuk ini awalnya didasari hasil evaluasi data kecelakaan yang  mayoritas diakibatkan karena faktor pengemudi kelelahan atau mengantuk, terlebih di Jalan  Tol Trans Sumatera dari Bakter hingga Terpeka ini memiliki panjang 329 kilometer yang  menyebabkan pengemudi sering merasa lelah dan mengantuk pada saat berkendara di jalan tol. Kami berharap melalui Operasi Mengantuk dapat meningkatkan kesadaran pengemudi  untuk mengutamakan keselamatan berkendara di jalan tol sehingga berdampak pada turunnya  angka kecelakaan di jalan tol, ” tutup Suroto, Direktur Operasi I Hutama Karya.

Hutama Karya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik di jalan tol yang  dikelolanya dengan mengutamakan kenyamanan dan keselamatan dari pengguna jalan tol.  Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan  tata tertib yang berlaku di jalan tol, serta memastikan kecukupan saldo Uang Elektronik (UE)

BACA JUGA:   DAHANA Teken Kerjasama Aplikasi Teknologi Tepat Guna dengan Polsub

sebelum melintas di jalan tol. Apabila pengguna jalan tol lupa untuk mengisi saldo UE dapat  menggunakan aplikasi HK Toll Apps yang dimiliki oleh Hutama Karya dimana didalamnya  terdapat fitur Cek Saldo UE dan juga dapat melakukan Top up saldo UE. Agar pengguna jalan  tol juga mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, selalu berhati-hati dan tetap menjaga  kecepatan berkendara maksimum di rata-rata 60 – 80 km/jam, mengecek kondisi kendaraan  sebelum berkendara di jalan tol, berkendara dalam kondisi prima, serta untuk selalu SETUJU  bahwa keselamatan adalah nomor satu.

Previous Post

Indonesia Masih Tertingal Jauh Pemanfaatan Teknologi Nuklir

Next Post

“Smart Water” di Madura Besutan Indra Karya Mendukung SDG`s

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR