TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

“Smart Water” di Madura Besutan Indra Karya Mendukung SDG`s

Albarsyah
21 October 2020 | 13:22
rubrik: Business Info
PDAM Wonosobo Dekati  Layanan 24 Jam

Ilustrasi Air Minum---IST

 

Jakarta, TopBusiness – Terbatasnya penyediaan air bersih masih menjadi permasalahan mendasar beberapa wilayah dan kawasan di Indonesia bahkan dunia. PT Indra Karya (Persero) sebagai  konsultan konstruksi yang memiliki core business di bidang keairan, turut mengambil peran  dalam membantu menyediakan sarana air bersih di wilayah yang kesulitan akses terhadap air  bersih.

Hal tersebut juga sebagai salah satu bentuk keterlibatan Indra Karya dalam  mendukung Program SDGs (Suistainable Development Goals) Nomor 6 terkait Akses Air  Bersih dan Sanitasi yang dicanangkan oleh Pemerintah dimana rencana pemenuhan 100%  terhadap akses air bersih dan sanitasi sehat ini harus direalisasikan hingga tahun 2024 nanti.

Dalam mendukung program tersebut, PT Indra Karya (Persero) hadir melalui program 3 in 1 (3 Produk untuk 1 Desa) yang terdiri dari penyediaan air bersih Smart Water, Kelola Sampah Terpadu dan Sanitasi Sehat. Salah satu program yang kami luncurkan dan sedang kami lakukan saat ini ialah Penyediaan Sarana Air Bersih berbasis teknologi Smart Water yang berlokasi di Desa Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur melalui Program Tanggung  Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Menurut data dari Pemerintah pada akhir tahun 2019 lalu, bahwa 77% daerah dan wilayah di  Indonesia sudah memiliki akses atau sarana penyediaan air bersih yang memadai dan masih  terdapat 23% daerah dan wilayah di Indonesia yang belum memiliki sarana penyedian air  bersih yang memadai untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sebagai dukungan perusahaan  dalam upaya pemenuhan 100% terhadap kebutuhan akses air bersih nasional, PT Indra Karya  (Persero) luncurkan Bantuan Akses Air Bersih Berbasis Teknologi “Smart Water” untuk  dapat mewujudkan pemenuhan kebutuhan terhadap akses air bersih dan sanitasi serta  mengatasi kekeringan nasional.

BACA JUGA:   Kunjungan Turis ke Indonesia Naik Jadi 14,39 Juta

“Program Penyediaan Sarana Air Bersih yang dilakukan oleh Indra Karya merupakan upaya  kami sebagai perusahaan BUMN untuk berkontribusi sesuai arahan Kementerian BUMN  untuk berperan dalam program SDGs terkait penyediaan akses air bersih dan sanitasi melalui  program 3 in 1 (3 Produk untuk 1 Desa) dengan menyediakan akses atas sarana air bersih di  beberapa wilayah yang masih memiliki kesulitan akses terhadap air bersih. Penerapan  program saat ini tengah dilakukan di desa Modung, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur yang  memiliki kesulitan akses air bersih. Kami membuat suatu alat berbasis teknologi yang disebut  Smart Water, dimana melalui teknologi ini akan mendistribusikan air bersih dari sumber  airnya dengan kapasitas tampung 100 L/Kepala Keluarga (KK) setiap harinya dan mampu  memenuhi kebutuhan bagi 200 KK yang ada di desa tersebut,” ujar Corporate Secretary PT  Indra Karya (Persero) Okky Suryono dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Top Business.

Dimana keungulan Teknologi Smart Water ini terintegrasi dengan Smart Card, dimana setiap warga yang  memiliki kartu Smart Card tersebut bisa mendapatkan air bersih sesuai dengan jatah  kebutuhan dan kuota pengisian air yang akan terpotong secara otomatis setelah digunakan,  dengan batas maksimal kuota harian untuk pengisian air bersih 100 L/hari bagi setiap Kepala  Keluarga (KK). Penerapan Teknologi Smart Water ini menggunakan sistem komunal dimana  warga dapat mendatangi langsung tempat pengisian air untuk mendapatkan air bersih secara  langsung.

“Teknologi Smart Water ini diintegrasikan dengan Smart Card dimana setiap warga yang  memiliki kartu ini bisa mengambil air bersih yang tersedia dengan batas maksimal 100 L/hari dengan rata-rata jarak tempuh dari rumah warga ke tempat pengisian air sekitar 50-100 m.  Harapannya dengan adanya teknologi ini dapat membantu warga dan masyarakat di desa  tersebut terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih layak dan sanitasi sehat yang akan kita  pantau secara berkala terhadap keberlanjutan programnya sehingga dapat berdampak pada  peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dan geliat  wisata di desa-desa yang memiliki potensi wisata,”tegas Okky.

BACA JUGA:   TOBA Cari Pinjaman Perbankan Lebih Dari USD220 Juta

Kepedulian Indra Karya untuk meningkatkan kesehatan dan lingkungan yang tertera dalam program pemerintah pusay yaitu “seratus kosong seratus “ (100  0 100) Harapannya program 3 in 1 ini dapat terus diimplementasikan melalui Program Tanggung  Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan berkolaborasi bersama BUMN-BUMN lainnya  secara berkelanjutan di berbagai wilayah kekeringan di Indonesia yang masih memiliki  kesulitan akses terhadap sarana air bersih sehingga dapat mewujudkan Indonesia merdeka dari  kesulitan air dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa.

Previous Post

HK Terus Gencarkan Keselamatan Berkendara di Jalan Tol

Next Post

IHSG Terkunci jadi 5.096 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR