Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) masih tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19 ini. Tercatat, hingga kuartal III-2020 ini perseroan berhasil menorehkan penjualan bersih sampai mencapai Rp32,4 triliun.
Angka tersebut berarti mengalami pertumbuhan sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya atau year on year (yoy). Dengan kontribusi pertumbuhan penjualan ini berasal dari pertumbuhan penjualan ritel domestik (tanpa UFS) yang naik sebesar 1,7%.
Untuk itu, dalam rangka menggenjot penjualan ini perseroan pun bakal memfokuskan ke strategi pemasaran secara digital. Hal ini seperti disebutkan oleh Direktur Keuangan Unilever Indonesia, Arif Hudaya dalam acara paparan public virtual, di Jakarta, Selasa (3/11/2020).
Untuk itu, jelas dia, Unilever Indonesia saat ini memiliki tiga konsep pemasaran digital. Pertama, digital dengan melakukan kontak langsung ke konsumen lewat aplikasi chat atau program Unilever Home Delivery.
Kedua, digital business to consumer (B2C) atau melalui e-commerce. Serta ketiga, digital business to business (B2B) atau dengan penerapan Sahabat Warung. Untuk penjualan digital melalui toko online sendiri, diakuinya, memang sudah dilakukan oleh perseroan cukup lama.
“Selain menghadirkan inovasi produk, perseroan juga terus melakukan ekspansi dengan memperkuat daya saing di seluruh jalur penjualan salah satunya adalah digital,” tandas Arif.
Langkah ini, kata dia, sejalan dengan pergeseran pilihan pembelian lewat jalur online. Di tahun ini saja setidaknya sekitar 60% dari konsumen di Indonesia telah mencoba metode belanja digital yang baru. “Plus, digitalisasi juga dilakukan perseroan untuk membantu para mitra UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) perseroan, yaitu para pemilik warung,” jelas dia lagi.
Maka dari itu, perseroan pun telah meluncurkan Sahabat Warung tadi. Ini adalah aplikasi berbasis Android yang bisa membantu para pedagang warung untuk mendapatkan poduk Unilever Indoensia secara online tanpa harus keluar rumah.
“Jadi di sepanjang tahun 2020 ini, Unilever Indonesia meluncurkan berbagai inovasi digital yang sangat bermanfaat bagi konsumen dan pelanggan kami, dua di antaranya adalah UnileverHome Delivery dan Sahabat Warung,” terang dia lagi.
Meski demikian, dia menagkui, kontribusinya memang baru sekitar 2-3 persen dari total penjualan. Akan tetapi, dirinya meyakini bahwa segmen digital ini akan terus berkembang pesat, sehingga perseroan akan terus menaruh perhatian pada penjualan lewat e-commerce.
“Ini adalah segmen yang berkembang dengan cepat, pertumbuhan hampir selalu lebih dari dua kali. Ini membuat segmen e-commerce menjadi prioritas kami ke depannya,” Arif menandaskan.
Langkah ke depan pun dengan melakukan penggabungan kinerja antara pemasaran digital lewat e-commerce dan Sahabat Warung diyakini akan mendorong penjualan perseroan. Sehingga kontribusi segmen digital diharapkan akan meningkat terus dan berkontribusi positif terhadap total penjualan.
“Jika kita gabungkan B2C dan B2B, dua hal ini akan menciptakan sinergi yang lebih besar, sehingga harapannya mempunyai kontribusi yang lebih besar kedepannya,” pungkas Arif.
Foto: Istimewa
