TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

MTN Ultrajaya idAA-, Pefindo: Kemampuan Keuangan Sangat Kuat

Busthomi
9 November 2020 | 08:45
rubrik: Capital Market
Pefindo: Paruh Pertama, Transaksi Pasar Obligasi Sepi

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Ayuningtyas Nur Paramitasari dan Christyanto Wijaya menyebutkan, Pefindo telah menetapkan peringkat “idAA-” untuk penerbitan Medium-Term Notes (MTN) Tahun 2020 dari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) sebesar Rp3 triliun.

Nantinya, hasil penerbitan MTN ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan tambahan peternakan sapi perah dan perkebunan, pabrik pakan serta investasi baru pada pembangunan pusat distribusi, pabrik, dan mesin pendukung lainnya.

Selain itu, Pefindo juga menetapkan peringkat korporasi ULTJ di “idAA-”. Outlook untuk peringkat Perusahaan adalah “stabil”.

“Obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan, dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan terhadap obligor Indonesia lainnya,” jelas mereka di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Namun begitu, tanda kurang (-) sendiri menunjukkan, peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

“Peringkat ini mencerminkan posisi pasar ULTJ yang kuat sebagai produsen domestik minuman susu cair dan teh Suhu Sangat Tinggi (UHT), struktur permodalan yang konservatif serta proteksi arus kas dan likuiditas yang kuat, dan produk yang terdiversifikasi dengan baik,” katanya.

Meski begitu, disebutkan mereka, peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur Perusahaan terhadap fluktuasi biaya bahan baku dan persaingan yang ketat pada industri susu cair dan teh UHT.

Peringkat tersebut juga dapat dinaikkan jika ULTJ secara signifikan memperkuat posisi bisnisnya melalui dominasi pasar dan diversifikasi produk. Hal ini harus dibarengi dengan peningkatan profitabilitas yang berkelanjutan dengan tetap mempertahankan struktur permodalan yang konservatif.

Dan juga peringkat itu dapat diturunkan jika terjadi penurunan kinerja bisnis Perusahaan, dan/ atau proteksi arus kas yang melemah sebagai akibat dari perubahan signifikan dalam biaya operasional dan/ atau tingkat hutang untuk pembiayaan belanja modal yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan.

BACA JUGA:   Emiten Perlu Punya Aturan Antikorupsi

Sejak didirikan pada tahun 1971, ULTJ adalah produsen minuman susu cair dan teh UHT terkemuka di Indonesia. ULTJ saat ini didukung oleh tiga fasilitas produksi yang berlokasi di Padalarang, Bandung, Jawa Barat. Produk Perusahaan dikategorikan ke dalam produk UHT, Susu Kental Manis (SCM), dan susu bubuk atau minuman bubuk bernutrisi (SPD).

Pendapatan Perusahaan sebagian besar berasal dari penjualan produk UHT yang mencakup hampir 100% dari total penjualan ULTJ pada semester I-2020. Per 30 Juni 2020, pemegang saham ULTJ terdiri dari Sabana Prawirawidjaja (32,12%), Prawirawidjaja Prakarsa (21,40%), PT Indolife Pensiontana (14,19%), Samudera Prawirawidjaja (3,25%), Suhendra Prawirawidjaja (0,95%), dan masyarakat (28,09%).

Foto: Istimewa

Tags: pasar modalpefindoperingkat MTNPT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company TbkULTJ
Previous Post

Kalbe Farma, Saham Pilihan Hari Ini

Next Post

Taktik Pertamina Respons Siaga Merapi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR