Jakarta, TopBusiness—Laba kotor Jababeka mengalami kenaikan sebesar 29% menjadi Rp 753,3 miliar selama tiga kuartal tahun 2020, dibandingkan periode yang sama tahun 2019.
“Hal ini selaras dengan kenaikan pendapatan perseroan. Di saat yang sama, margin laba kotor konsolidasi perseroan selama sembilan bulan 2020 tercatat sebesar 41%, sama dengan perolehan tahun sebelumnya,” kata Corporate Secretary Jababeka, Muljadi Suganda, dalam penjelasan tertulis untuk media massa (11/11/2020).
Jababeka membukukan rugi bersih sebesar Rp 171,1 miliar selama sembilan bulan tahun 2020 dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp 63,5 miliar untuk periode yang sama pada 2019.
Alasan utama penurunan ini adalah dampak pergerakan selisih kurs di mana pada kuartal ketiga 2020 Jababeka membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 255,4 miliar dibandingkan dengan laba selisih kurs sebesar Rp 102,4 miliar pada periode yang sama tahun 2019.
Muljadi menjelaskan, EBITDA di kuartal ketiga sebesar Rp 609 miliar dibandingkan dengan Rp 450 miliar di tahun sebelumnya. EBITDA dari pendapatan berulang (recurring revenue) yang berasal dari segmen bisnis infrastruktur sebesar Rp 289 miliar selama sembilan bulan 2020, atau meningkat 1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 285,1 miliar.
Dalam hal penjualan real estat secara marketing (marketing sales), Jababeka mencatat Rp 557,4 miliar selama tiga kuartal tahun 2020. Penjualan dari produk industri (tanah matang atau tanah dan bangunan pabrik) berkontribusi sebesar 45%, sedangkan segmen perumahan/komersial dan lainnya berkontribusi 55%.
Dibandingkan dengan sembilan bulan tahun 2019, Jababeka mencatat sedikit lebih dari setengahnya daripada pencapaian marketing sales tahun sebelumnya sebesar Rp 1.084 miliar.
Hal ini dikarenakan kinerja selama sembilan bulan tahun 2020 sangat dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada pasar properti.
“Namun demikian, penjualan pada kuartal ketiga 2020 meningkat lebih dari dua kali lipat dari perolehan kuartal kedua 2020 sebesar Rp 144,8 miliar menjadi Rp 301,8 miliar di kuartal ketiga 2020.”
Sumber Foto Ilustrasi: Istimewa
