Jakarta, TopBusiness – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama self regulatory organization (SRO) lainnya terus menggenjot pasar modal syariah. Berbagai agenda untuk memacu literasi dan beragam produk syariah pun terus diusung. Kali ini, SRO menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Sharia Investment Week (SIW) yang diselenggarakan pada 16–21 November 2020 ini.
SIW 2020 sendiri merupakan ajang yang tepat bagi para investor syariah, baik pemula maupun yang sudah aktif, untuk belajar berinvestasi. Peserta SIW 2020 yang membuka rekening investasi syariah, secara otomatis mendapatkan saldo investasi syariah sebesar Rp100.000,- yang dapat di-redeem secara langsung selama SIW 2020.
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi menegaskan, sejauh ini pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia begitu pesat. Hal ini tentu sangat menarik bagi kalangan investor. Segala indicator yang ada pun menunjukkan pertumbuannya begitu positif, terutama dalam lima tahun terakhir.
Menurut data BEI per 27 Oktober 2020, jumlah saham syariah meningkat 90,3% dibanding tahun 2011 lalu dari 237 saham menjadi 451 saham syariah atau 63,6 persen dari total saham di pasar modal.
Sementara, untuk kapitalsiasi pasar modal syariah juga meningkat mencapai 51,4% dari total kapitalisasi pasar, dan dengan persentase total nilai transaksi saham syariah mencapai 53,7%.
“Dengan volume transaksi saham syariah mmengalami peningkatan mencapai 56,9% serta frekuensi transaksi saham syariah juga naik hingga 61,9% dari dari total frekuensi transaksi saham di Buirsa Efek Indonesia,” tutur Inarno dalam pembukaan SIW 2020, ditulis Selasa (17/11/2020).
Selain itu, dia melanjutkan, berdasarkan data dari Anggota Bursa (AB) sebagai penyedia layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS) dalam lima tahun terakhir jumlah investor syariah telah meningkat lebih dari 1500% dari 4.908 investor di tahun 2015 menjadi 80.152 investor per September 2020 dengan keaktivan mencapai 25,2 persen.
“Ini menunukkan instrumen syariah telah menjadi pilihan investasi yang populer di masyarakat di Indonesia ini. Makanya, kami berharap ke depan pasar modal syariah akan semakin maju dan ini menjadi ajang investor syariah baik pemula maupun aktif menjadi lebih semangat demi masa depan pasar modal syariah di Indonesia,” pungkas Inarno.
Foto: SS TopBusiness
