Jakarta, TopBusiness – Pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam beberapa hari terakhir ini terus menanjak. Sepertinya para pelaku pasar melihat performa yang dilakukan bank BUMN itu menjadi sentimen positif, sehingga sahamnya terus diburu.
Bahkan disebut-sebut juga hal ini lantaran pihak perseroan akan melakukan aksi korporasi (corporate action) yang cukup besar dalam pengembangan sektor Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kondisi itu membuat kepercayaan pelaku pasar kian tinggi terhadap masa depan bank beraset terbesar di Tanah Air ini yang makin prospektif.
Lantas bagaimana tanggapan BRI sendiri? Menurut Corporate Secretary Bank BRI, Aestika Oryza Gunarto, kenaikan saham emiten dengan kode BBRI dalam beberapa hari terakhir itu karena adanya implikasi dari kondisi global dan domestik yang positif. Serta membaiknya kinerja keuangan perseroan di tengah pandemi saat ini.
“Secara global, hasil pemilu Amerika Serikat dan pelemahan nilai US Dollar telah menyebabkan capital inflow ke emerging countries, termasuk Indonesia. Termasuk juga update pengembangan vaksin Covid-19 juga disambut positif oleh pasar global,” kata dia kepada TopBusiness, di Jakarta, Selasa (17/11/2020).
Selain itu, secara domestik, lanjut Aestika, tanda pemulihan ekonomi juga telah terlihat dari membaiknya pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP).
“Dan kedua hal tersebut, ditambah kinerja keuangan BRI di kuartal III-2020 yang terus membaik dan didukung oleh komitmen perseroan untuk kembali fokus mengembangkan bisnis mikro, merupakan faktor pendukung kenaikan BBRI selama sepekan terakhir,” terang Oryza.
Namun ketika dikonfirmasi terkait rencana corporate action besar apa yang bakal dilakukan perseroan? Oryza sendiri enggan untuk membocorkannya. Menurut dia, rencana perseroan tersebut pada akhirnya akan diumumkan publik pada waktunya nanti.
“Rencana corporate action akan kami sampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai ketentuan, saat ini belum ada informasi yang dapat kami share,” tandasnya.
Usai mengumumkan kinerja keuangan kuartal III-2020 pada pekan lalu, para pelaku pasar langsung merespon positif. Tecatat, saham BBRI ditutup naik 3% di level Rp 4.120/saham pada hari itu, Rabu (11/11/2020) pekan kemarin mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dengan begitu, nilai transaksi Bank BRI juga tembus Rp1,46 triliun dengan volume perdagangan 357,10 juta saham. Dalam sebulan terakhir perdagangan saham BBRI melesat 31% dengan kapitalisasi pasar Rp508,18 triliun.
Foto: Istimewa
