TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2021, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Naik 3 Persen

Busthomi
23 November 2020 | 14:55
rubrik: Ekonomi
FOTO – 30.137 Pekerja di Jakarta Kena PHK

Foto: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Dampak Pandemi Covid-19 akhirnya membawa perekonomian Indonesia ke jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi di triwulan II yang sebesar -5,32 persen (yoy) dan triwulan III di angka -3,49 persen (yoy) secara berturut-turut berada di zona negatif.

Sedikit membaiknya pertumbuhan ekonomi di triwulan III dibanding triwulan II-2020 memberikan sinyal bahwa pemulihan ekonomi sedang berjalan. Namun, seiring pandemi yang belum mampu teratasi, sepertinya jalan pemulihan ekonomi 2021 bukanlah jalan yang halus-mulus, sehingga perekonomian bisa melaju kencang tanpa hambatan.

Menurut Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dalam acara Proyeksi Ekonomi Indonesia yang bertema “Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi”, yang secara umum menggambarkan berbagai tantangan dan peluang ekonomi yang akan muncul di tahun depan yang digadang-gadang sebagai tahun pemulihan pasca Pandemi Covid-19.

“DIharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menjadi salah satu pegangan dan referensi bagi para pelaku bisnis, pemangku kebijakan, dan para akademisi sebagai sejumput modal mengarungi badai ketidakpastian yang masih menghadang di tahun 2021 mendatang,” demikian disebut keterangan resmi INDEF, yang diterima media, Senin (23/11/2020).

Untrk itu, INDEF memproyeksi sejumlah indikator makroekonomi, kebijakan fiskal dan program pemulihan ekonomi pada 2021 sebagai berikut:

Untuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) akan berada di kisaran sebesar 3 persen. Hal ini dilatarbelakangi beberapa hal sebagai berikut: pertama, efektivitas penyerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang pada tahun ini masih belum maksimal. Kedua, program perlindungan sosial belum dapat menggerakan permintaan domestik. Apalagi jumlah bantuan perlinsos berkurang separuh di tahun depan.

Ketiga, belanja kelas menengah masih belum meningkat ketika Pandemi Covid—19 belum mereda. Keempat, laju kredit perbankan sebagai sumber utama likuiditas perekonomian masih akan tertekan, sehingga pemulihan ekonomi secara keseluruhan juga akan berjalan pelan.

BACA JUGA:   Inilah Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI ke Depan

Keempat, upaya melakukan ekspansi moneter melalui penurunan bunga acuan juga mengalami keterbatasan seiring menjaga stabilitas kurs juga bagian penting dalam pemulihan ekonomi. Dan keenam, ketersediaan vaksin masih terbatas. Sungguh pun vaksin sudah tersedia hingga 70 persen dari populasi, tentunya proses distribusi dan vaksinasi akan memerlukan waktu dan selama proses tersebut pembatasan aktivitas dan protokol kesehatan masih akan berlanjut.

Sementara itu, untuk tingkat inflasi juga diproyeksi rendah sebesar 2,5 persen. Hal ini dikarenakan di tahun 2021: daya beli masyarakat yang masih tertahan dan aktivitas ekonomi yang belum pulih seperti sedia kala membuat tingkat inflasi masih terpatok rendah.

“Juga karena sisi suplai kebutuhan bahan kebutuhan pokok perlu tetap tersedia dengan baik serta distribusi yang lancar. Dan hanya sedikit daerah yang diperkirakan mengalami kesulitan mendapatkan bahan pokok secara tepat waktu,” tuturnya.

Foto: Rendy MR (TopBusiness)

Tags: indefinflasipertumbuhan ekonomiproduk domestik bruto
Previous Post

Premium Tetap Ada di Jakbar-Jaksel-Jaktim

Next Post

APBN Butuh ‘Penyembuhan’, Program PEN Diminta Diperbaiki

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR