Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga sesi penutupan perdagangan Kamis (26/11/2020) di Bursa Efek Indonesia diestimasikan turun.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia dalam site samuel.co.id, di Jakarta, menyatakan bahwa dow ditutup melemah setelah sempat menyentuh level psikologis 30.000. Investor memilih aksi profit taking, karena data ekonomi turun di bawah ekspektasi pasar. Klaim pengangguran awal untuk November naik menjadi 778.000 (Okt-20: 748.000, kontra: 733.000) sementara penjualan rumah baru untuk Okt-20 turun 0,3% mom (Sep-20: 0,1%, kontra: 1,5%).
DJIA turun 0,58% menjadi 29.872, diikuti oleh S&P 500 (0,16%), sedangkan Nasdaq naik 0,47%.
Pada hari Rabu, indeks EIDO turun 0,67%, dan IHSG ditutup melemah (0,38%) ke 5.679,3 dengan BBCA, ASII, TLKM yang membebani indeks. Pembelian bersih asing di pasar reguler tercatat sebesar Rp 266,8 miliar. Saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi di pasar reguler adalah BBRI (Rp 524,3 miliar), diikuti oleh BMRI (Rp 170,5 miliar), dan UNTR (Rp 122,8 miliar), sedangkan penjualan bersih asing tertinggi dicatat oleh BBCA (Rp 325,5 miliar), diikuti oleh ASII (Rp 94 miliar), dan ICBP (Rp 70,1 miliar). Pekan ini (Senin-Rabu), IHSG menguat 1,93% disertai dengan total beli bersih asing sebesar Rp 523,8 miliar di pasar reguler.
Kasus Covid-19 baru ditemukan 5.534 kasus pada Rabu (Selasa: 4.192), sedangkan 4.494 pasien sembuh (Selasa: 2.927), dan 114 meninggal dunia (Selasa: 109). Secara total, 511.836 kasus Covid-19 telah ditemukan di Indonesia, dengan rasio kasus tertutup 87,1% per 25 Nov 2020 (24 Okt 2020: 87,2%).
“Kami memperkirakan IHSG hari ini kemungkinan akan melemah, karena minimnya sentimen yang dapat menggerakkan pasar. Investor mengantisipasi aksi ambil untung dari investor asing,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
