TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Oktober 2020, BI Catat Uang Beredar dalam Arti Luas Meningkat

Agus Haryanto
30 November 2020 | 11:41
rubrik: Finance
FOTO – Deflasi di Jakarta Minus 0,05 Persen

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia atau BI mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020. Ini disebabkan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.

Dalam laman bi.go.id, di Jakarta, Senin (30/11/2020), Direktur-Departemen Komunikasi, Junanto Herdiawan, menyebut posisi M2 pada Oktober 2020 tercatat Rp 6.780,8 triliun atau meningkat 12,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,4% (yoy). “Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 18,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 18,0% (yoy), didorong oleh peredaran uang kartal yang tinggi di masyarakat,” ujar Junanto.

Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 10,6% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,7% (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham masih mengalami kontraksi meskipun membaik dari bulan sebelumnya, dari 13,9% (yoy) pada September 2020 menjadi 12,1% (yoy) pada bulan laporan.

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Oktober 2020 disebabkan kenaikan ekspansi keuangan pemerintah. Hal ini tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang meningkat, dari 76,7% (yoy) pada September 2020 menjadi 81,6% (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 13,9% (yoy) pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 16,7% (yoy).

Pertumbuhan kredit pada Oktober 2020 kembali mengalami kontraksi, dari 0,4% (yoy) pada September 2020 menjadi 0,9% (yoy) pada bulan laporan.

Foto: Rendy MR

BACA JUGA:   BNI Kredit Digital Bantu Penyaluran KUR Capai Rp10 Triliun
Previous Post

Sosialisasi ke Pegawai Pos, Ini Perencanaan Persiapan Berhaji BNI Syariah

Next Post

Elnusa Positif Berkat Diversifikasi Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR