Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih akan tertekan?.
Dalam laman harian samuel.co.id, riset harian Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa bursa Amerika ditutup melemah. Dow Jones minus 0,89%, S&P 500 0,45% dan Nasdaq 0,06%. November Dow Jones naik 11,86%, rekor terbaik sejak 1987, sementara juga menyentuh rekor level di atas 30.000.
Beberapa bursa utama Asia juga melemah (Nikkei 0,8%, Hang Seng 2,0%, Kospi 1,6% dan Shanghai 0,5%). IHSG juga turun 2,96% ke level 5.612,4 di tengah aksi jual bersih asing senilai Rp 3,1 triliun di pasar reguler. Indeks LQ-45 juga mengalami penurunan sebesar 4,0%, diikuti oleh EIDO (4,06%). Sepanjang November, IHSG tumbuh 9,7%
Beberapa data domestik akan dirilis hari ini, termasuk data inflasi untuk November (sebelumnya: 1,44% yoy, kontra: 1,53% yoy), dan kepercayaan bisnis untuk Q3. Pagi ini data PMI Manufacturing Markit bulan November sudah dirilis 50.6 (sebelumnya: 47.8).
Empat ribu enam ratus tujuh belas kasus baru Covid-19 ditemukan pada Senin (Minggu: 6.267), sedangkan 4.725 pasien sudah sembuh. Sejauh ini, 538.900 kasus telah ditemukan di Indonesia. “Pelaku pasar diharapkan menunggu rilis data tersebut,” demikian tersebut.
Foto: Rendy MR
