Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan penguatannya seperti perdaganagn kemarin. Hal ini seiring mulai menguatnya sentiment positif di pasar.
Menuruit analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 2,00% di level 5724.74 pada 1 Desember 2020 atau perdagangan kemarin. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Dan juga, di sisi lain, masih terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” tutur nafan di Jakarta, Rabu (2/12/20202).
Berdasarkan kondisi tersebut, Nafan memproyeksi, menuruit rasio fobonacci, untuk level support maupun resistance akan berada pada rentang 5621.52 hingga 5769.53.
Untuk itu, berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– CTRA, dengan daily (905). Posisi RoE: 1.83%; PER: 55.59x; EPS: 16.64; PBV: 1.83x; Beta: 2.02. Pergerakan harga saham menguji garis MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 875 – 905, dengan target harga secara bertahap di level 930 dan 1050. Support: 865 & 810.
– GGRM, dengan daily (43000). Posisi RoE: 12.98%; PER: 10.85x; EPS: 3962.96; PBV: 1.43x; Beta: 1. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 42250 – 43000, dengan target harga secara bertahap di level 43850, 44900, 47350 dan 49800. Support: 41875, 41150 & 40000.
– JPFA, dengan daily (1380). Posisi RoE: 3.00%; PER: 47.09x; EPS: 29.31; PBV: 1.42x; Beta: 1.74. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1345 – 1380, dengan target harga secara bertahap di level 1425, 1475, 1520 dan 1690. Support: 1345 & 1270.
– KLBF, dengan daily (1485). RoE: 14.68%; PER: 26.02x; EPS: 57.64; PBV: 3.82x; Beta: 0.9. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1460 – 1485, dengan target harga secara bertahap di level 1535, 1595 dan 1850. Support: 1460 & 1340.
– PGAS, dengan daily (1390). RoE: 2.18%; PER: 31.75x; EPS: 43.77; PBV: 0.69x; Beta: 2.38. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1350 – 1390, dengan target harga secara bertahap di level 1455, 1520, 1575 dan 1800. Support: 1350, 1250 & 1180.
– TINS, dengan daily (1070). RoE: -6.99%; PER: -23.27x; EPS: -45.97; PBV: 1.64x; Beta: 2.3. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 1040 – 1070, dengan target harga secara bertahap di level 1125, 1195 dan 1485. Support: 1040 & 905.
– WSBP, dengan daily (218). RoE: -27.80%; PER: -3.78x; EPS: -57.71; PBV: 1.05x; Beta: 2.22. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 204 – 218, dengan target harga secara bertahap di level 222, 266 dan 310. Support: 204, 188 & 167.
Foto: Rendy MR (TopBusiness)
