Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Kamis (03/12/2020) berpotensi lanjutkan penguatan.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, menunjukkan pasar Amerika ditutup lebih tinggi didukung ekspektasi investor terhadap negosiasi stimulus. Dari Eropa, Inggris mendorong distribusi vaksin dengan mengeluarkan persetujuan darurat untuk vaksin Pfizer/BioNTech, sementara AS diperkirakan akan mengambil langkah yang sama akhir bulan ini untuk vaksin Moderna.
DJIA naik 0,2% menjadi 29.883, diikuti oleh S & P500 (0,18%), sedangkan Nasdaq turun 0,05%. Harga minyak WTI tercatat di level USD 45,3, dengan Brent di USD 47,9 dan emas USD 1.830.
Indeks EIDO naik 1,11%, sedangkan IHSG juga naik 1,56% menjadi 5,814 dengan dorongan dari HMSP, TLKM, dan BBRI. Net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 15 miliar. Saham dengan nilai beli bersih asing tertinggi di pasar reguler adalah ANTM (Rp 148,0 miliar), diikuti oleh BBCA (Rp 148,0 miliar), dan TOWR (Rp 65,9 miliar). Minggu ini (Senin-Rabu), IHSG menguat + 0,6% disertai net sell asing Rp3,87 triliun di pasar reguler.
Pada Rabu (2/12), ditemukan 5.533 kasus baru COVID-19 di Indonesia (Selasa: 5.092), sedangkan 4.001 pasien sembuh (Selasa: 4.361), dan 118 meninggal dunia (Selasa: 136). Dengan bertambahnya kasus baru tersebut maka total kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 549.508 kasus.
Pasar memproyeksikan bahwa Klaim Pengangguran Berkelanjutan AS akan turun menjadi 5,91 juta pada bulan November (sebelumnya: 6,07 juta), sedangkan IMP Komposit Markit diperkirakan akan meningkat menjadi 57,9 (sebelumnya: 56,3), menunjukkan optimisme pasar untuk pemulihan ekonomi di akhir tahun. “Kami memperkirakan IHSG dapat melanjutkan penguatannya hari ini karena ekspektasi pasar yang positif terhadap beberapa isu global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
