TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

HK Lanjutkan Pembangunan JTTS Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 96 Km

Albarsyah
10 December 2020 | 12:54
rubrik: BUMN
HK Lanjutkan Pembangunan JTTS Bengkulu-Taba Penanjung sepanjang 96 Km

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (HK) terus melanjutkan penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terbentang mulai dari Provinsi Lampung  hingga Aceh sepanjang ±2.765 Km.

Sebagai bentuk dukungan sekaligus mendorong  pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Bengkulu, Hutama Karya terus mengejar proyek  JTTS Ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sepanjang 96 Km. 

Direktur Operasi I Hutama Karya, Suroto, menyatakan bahwa tol pertama di Bumi Rafflesia ini  memiliki progres yang cukup pesat dan diharapkan dapat segera beroperasi pada tahun 2021  mendatang. “Di tahun 2020 ini, kita telah mengoperasikan Tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri – Blang Bintang) sepanjang 14 Km dan Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 132 Km.  Di tahun 2021, kami menargetkan pembangunan ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu  khususnya di seksi 1 (Bengkulu – Taba Penanjung) sepanjang 18 km dapat segera terselesaikan  pekerjaan konstruksinya, mengingat masyarakat sekitar dan pihak-pihak terkait sangat  mendukung adanya pembangunan tol ini.” imbuh Suroto. 

JTTS Ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu sepanjang 96 km termasuk ke dalam koridor  pendukung yang terbentang mulai dari Palembang hingga Bengkulu sepanjang ±330 Km. Ruas  ini terbagi menjadi 3 (tiga) seksi yakni seksi 1 Bengkulu – Taba Penanjung (18 km), seksi 2  Taba Penanjung – Kepahiang (28 km) dan seksi 3 Kepahiang – Lubuk Linggau (54 km).  Adapun dalam tahap pembangunan konstruksinya, ruas Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu  dimulai pada seksi 1 yang hingga saat ini (10/12), progres pembangunan Tol Bengkulu – Taba  Penanjung (18 Km) telah mencapai 82% progres konstruksi dan 86% progres pengadaan lahan. 

“Meski berada ditengah pandemik, perusahaan memastikan konstruksi terus berjalan dengan  tetap menerapkan protokol keselamatan dan pencegahan Covid-19. Secara keseluruhan,  pengerjaan jalan tol yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Kota Lubuk Linggau di  Provinsi Sumatera Selatan ini kami targetkan selesai pada 2022 mendatang. Kami berharap perusahaan dapat dihadapkan dengan situasi yang terus mendukung di lapangan, sehingga pembangunan minim kendala.”

BACA JUGA:   DEFEND ID Beberkan Hasil Positif RUPST Tahun Buku 2023

Keberadaan JTTS di Provinsi Bengkulu dinilai mampu mendongrak sektor perekonomian  wilayah setempat. Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu akan menjadi sentra perekonomian  dan memperlancar akses pergerakan logistik serta masyarakat di wilayah Lubuk Linggau yang  berada di tengah antara Palembang dan Bengkulu. Selain itu, tol yang terintegrasi dengan pengembangan Pelabuhan Baai ini akan mampu menunjang geliat pariwisata di Bumi  Rafflesia. 

Mengutip laman tuntasonline.com, Gubernur Provinsi Bengkulu, H. Rohidin Mersyah, menyatakan bahwa masyarakat kabupaten provinsi tetangga hanya memerlukan waktu 1-2 jam  perjalanan untuk mencapai Kota Bengkulu melalui tol ini. “Masyarakat akan tertarik  berkunjung ke Bengkulu dengan waktu tempuh yang singkat. Baik untuk berwisata ke Pantai  Panjang, maupun menghadiri event nasional seperti Festival Bumi Rafflesia, Festival Tabut  yang secara tidak langsung akan berdampak pada ramainya pusat oleh-oleh, hunian, rumah  makan dan lainnya,” ujar Rohidin. 

Menurut Rohidin, Tol Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu akan mampu menggerakan  Kawasan Ekonomi di Pulau Baai. “Pulau Baai tidak akan hidup jika digunakan hanya oleh 2  juta penduduk Bengkulu, untuk itu perlu adanya akses yang mempermudah kegiatan  masyarakat tetangga menuju pulau ini. Alur kegiatan ekspor dapat berubah melalui Pulau Baai,  hal ini lantaran selama ini olahan sawit, kopi, dan karet Provinsi Bengkulu harus diekspor  melalui Belawan Sumatra Utara dan Teluk Bayur Sumatra Barat sehingga menurunkan nilai  jual produksi. Selama ini masyarakat bertanya, apa gunanya tol bagi masyarakat Bengkulu  Selatan, Rejang Lebong dan Bengkulu Tengah, saya jawab melalui tol kegiatan ekonomi  masyarakat akan bergerak. Jarak tempuh singkat, logistik cepat dan Pelabuhan Pulau Baai akan  hidup dan semuanya akan merasakan dampaknya.” tutup Gubernur Provinsi Bengkulu H.  Rohidin Mersyah. 

BACA JUGA:   Supermicro MicroBlade & Superserver Untuk Eksplorasi Geofisika

Hingga saat ini, Hutama Karya telah membangun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang  ±1.164 km, dengan 651 km ruas tol dalam tahap konstruksi dan 513 km ruas tol yang telah  beroperasi secara penuh. Ruas tol yang telah beroperasi diantaranya ruas Medan – Binjai seksi  2 & 3 (15 km), ruas Palembang – Indralaya (22 km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (141  km), ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), ruas Sigli – Banda  Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (132 km). 

Previous Post

Dibuka Presiden, TPAKD Diminta Lakukan Cara-cara Extraordinary

Next Post

Sukses Perangi Rentenir, Kota Malang Diganjar OJK TPAKD Award

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR