Jakarta, TopBusiness – Di tengah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan melesunya semua sektor ekonomi, namun terlihat sektor otomotif kian menunjukan adanya perbaikan. Hal ini terlihat dari permintaan akan ekspor CBU yang kian menunjukan peningkatan hingga November 2020. Tidak hanya ekspor, dari sisi impor pun juga menunjukan perbaikan.
Kondisi tersebut memberikan berkah terhadap layanan bongkar muat kargo kendaraan di Terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Jumlah kargo kendaraan, khususnya CBU, menunjukan adanya perbaikan hingga November 2020 meskipun belum sebanyak tahun sebelumnya.
“Tercatat, ekspor CBU di bulan November 2020 mencapai 25.461 unit atau lebih rendah 17,73% dibandingkan periode November 2019. Namun masih lebih tinggi 280,53% dibandingkan pada bulan Mei 2020 hanya sebanyak 6.691 unit,” terang Investor Relations IPCC, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Laju ekspor Mei memang kala itu cukup parah. Hal itu lantaran terkena imbas Pandemi Covid-19. Selain itu juga saat itu adamnya lockdown di sejumlah negara terhadap barang-barang ekspor dari Indonesia.
“Dan secara akumulasi hingga November 2020, jumlah CBU yang diekspor melalui Terminal IPCC sebanyak 205.660 unit atau lebih rendah 31,71% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebanyak 301.137 unit. Namun angka itu lebih tinggi 113,16% dibandingkan akumulasi hingga bulan Mei 2020 sebanyak 96.481 unit,” lanjut dia.

Kondisi di atas menggambarkan bahwa, pasca jatuhnya angka ekspor CBU yang melalui Terminal IPCC seiring dengan adanya imbas pandemi Covid-19, adanya aturan PSBB, hingga lockdown di sejumlah negara, namun mulai bertahap menunjukkan adanya perbaikan hingga kini, meski belum terlihat normal layaknya tahun sebelumnya.
“Kondisi tersebut tentunya berpengaruh terhadap layanan bongkar muat kendaraan di Terminal IPCC,” kata Reza.
Dari sisi merek, produk Toyota masih menjadi nomor satu untuk ekspor CBU. Hingga November 2020 secara akumulasi dari awal tahun, merek Jepang tersebut telah melakukan ekspor kendaraannya sebanyak 114.177 unit atau lebih rendah 36,58% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019. Namun demikian, angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan pada bulan Mei 2020 dimana Toyota hanya mengekspor CBU-nya sebanyak 55.365 melalui Terminal IPCC.
Selanjutnya diikuti Mitsubishi yang selama tahun ini hingga November 2020 telah mengekspor 36.810 unit CBU (39,38% lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, namun di atas bulan Mei 2020 yang hanya 19.523 unit). Lalu, disusul Suzuki yang melakukan ekspor CBU-nya di tahun ini sebanyak 35.240 unit (4,27% lebih rendah dari tahun lalu, namun di atas bulan Mei 2020 sebanyak 14.464 unit); dan diikuti berbagai merek lainnya.
“Diperkirakan hingga penutupan tahun ini, dalam masa pemulihan sektor otomotif, jumlah ekspor dapat lebih meningkat lagi. Dan dengan masih dominannya merek Toyota untuk ekspor CBU-nya tentunya telah memberikan berkah bagi layanan bongkar muat kendaraan CBU di Terminal IPCC,” pungkas Reza.
FOTO: Istimewa
