Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir tahun ini diproyeksi masih akan kembali ke zona hijau, usai sehari sebelumnya terkoreksi. Hal ini tak lepas dari masih kuatnya sentiment positif yang menopang Indeks.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M, Nafan Aji Gusta Utama, di perdagangan kemarin, IHSG ditutup terkoreksi signifikan sebesar 0.94% di level 6036.17. Dan untuk perdagangan terakhir di 2020 ini, berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif, meskipun telah menunjukkan pola dead cross.
Sementara itu, kata dia, Stochastic maupun RSI memang masih bergerak ke bawah di area netral. “Namun ternyata, pergerakan IHSG telah menguji garis MA 10, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance terdekat masih terbuka lebar,” tutur Nafan di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Dengan kondisi tersebut, di memproyeksi, berdasarkan rasio fobonacci, untuk level support maupun resistance IHSG bakal berada pada rentang 6009.10 hingga 6157.11.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor di hari ini:
– ADRO, dengan daily (1490). RoE: 3.72%; PER: 21.92x; EPS: 67.99; PBV: 0.82x; Beta: 1.41. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20, sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 1475 – 1490, dengan target harga secara bertahap di level 1525, 1555, 1600, 1700 dan 1800. Support: 1475, 1445 & 1400.
– APLN, dengan daily (199). RoE: -5.25%; PER: -7.88x; EPS: -25.27; PBV: 0.41x; Beta: 2.2. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 195 – 199, dengan target harga secara bertahap di level 203, 208, 212 dan 228. Support: 195 & 188.
– ASII, dengan daily (6050). RoE: 9.43%; PER: 13.14x; EPS: 462.19; PBV: 1.24x; Beta: 1.43. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 5950 – 6050, dengan target harga secara bertahap di level 6175 dan 6800. Support: 5850 & 5550.
– ASRI, dengan daily (256). RoE: -14.17%; PER: -3.85x; EPS: -66.51; PBV: 0.55x; Beta: 2.27. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 250 – 256, dengan target harga secara bertahap di level 264, 286 dan 308. Support: 246 & 242.
– BNGA, dengan daily (1040). RoE: 6.13%; PER: 10.42x; EPS: 99.84; PBV: 0.64x; Beta: 1.89. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 1030 – 1040, dengan target harga secara bertahap di level 1060 and 1185. Support: 1030 & 995.
– BWPT, dengan daily (151). RoE: -27.07%; PER: -4.81x; EPS: -31.41; PBV: 1.30x; Beta: 2.21. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upside gap tasuki candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 149 – 151, dengan target harga secara bertahap di level 154, 161 dan 170. Support: 149 & 144.
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
