Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga jelang akhir perdagangan akhir tahun 2020 diproyeksikan bergerak positif.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, memperlihatkan bahwa bursa saham Amerika semalam ditutup terkoreksi tipis. Dow turun 0,22%, S&P500 0,22% dan Nasdaq 0,38%. Aksi ambil untung terjadi di pasar saham setelah mengalami peningkatan cukup tinggi sepanjang bulan Desember ini, di tengah-tengah tingginya kasus penambahan Covid-19.
Sentimen positif datang dari kongres Amerika yang memberikan bantuan langsung dari USD 600 menjadi USD 2.000. Kenaikan tersebut disetujui Demokrat, serta 44 anggota partai partai. Proposal tersebut sekarang akan diajukan pada tingkat Senat.
Di sisi lain, sentimen negatif datang dari kabar bahwa strain virus Covid-19 yang lebih cepat menular dari Inggris, saat ini sudah sampai di wilayah Colorado, AS.
Dari dalam negeri, IHSG kemarin terkoreksi 0,94%. Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan akan diberlakukannya penutupan penerbangan internasional ke Indonesia mulai 1 Januari 2021, serta adanya rencana PSBB yang ketat kembali di Jakarta.
Selain itu, kasus COVID-19 di Indonesia terus bertambah, dimana kemarin ada penambahan 7.903 kasus baru dan pasien sembuh 6.805. Dengan demikian kasus kasus aktif kembali mencapai 108.636 kasus.
“Di hari perdagangan terakhir tahun 2020 ini, IHSG berpeluang menguat, dengan potensi aksi window dressing di penghujung tahun. Sentimen positif datang dari rencana menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membeli tambahan vaksin 50 juta dosis dari Pfizer dan AstraZenecca,” demikian terungkap.
Foto: Rendy MR
