Jakarta, TopBusiness – Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Danan Dito telah menyampaikan peringkat MTN dan obligasi PT Pegadaian (Persero) yang akan jatuh tempo di peringkat “idAAA”. Tercatat, Pefindo memberikan peringkat “idAAA(sy)” untuk Medium Term Notes (MTN) Syariah Mudharabah I/2018 Seri A senilai Rp450 miliar, dan MTN Syariah Mudharabah I/2018 Seri B senilai Rp50 miliar.
Selain itu, pihak Pefindo juga menegaskan peringkat “idAAA” atas Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Tahun 2018 Seri B dati Pegadaian tersebut senilai Rp1,05 triliun.
“Semua surat utang tersebut akan jatuh tempo pada Maret 2021 dan kesiapan Perusahaan untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh dana kas dan penempatan bank senilai Rp529,1 miliar di akhir September 2020 lalu. Juga arus kas internal bulanan senilai sekitar Rp11 triliun, dan fasilitas perbankan yang belum digunakan sekitar Rp12,7 triliun di akhir September 2020,” tutut Dito dalam report-nya, di Jakarta, dikutip Senin (4/1/2021).
Menutut dia, untuk instrumen pendanaan syariah dengan peringkat idAAA(sy) adalah instrumen dengan peringkat paling tinggi yang diberikan oleh PEFINDO.
“Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas kontrak pendanaan syariah dibandingkan emiten Indonesia lainnya adalah superior,” katanya.
Efek utang dengan peringkat idAAA, disebut dia, mempunyai peringkat tertinggi yang diberikan oleh PEFINDO. “Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya adalah superior,” jelas dia.
Untuk diketahui, Pegadaian memberikan jasa usaha gadai dan pembiayaan mikro, dengan didukung oleh jaringan yang terdiri dari 12 kantor regional dan 4.161 unit kantor yang terletak di berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan ini meruapakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimiliki secara penuh oleh Pemerintah Indonesia.
FOTO: Istimewa
