Jakarta, TopBusiness – Lembaga pemeringkat efek, PT Pefindo menegaskan peringkat idA+ untuk Medium Term Notes XVII Year 2018 PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) dengan pokok senilai Rp500 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2021 dan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun
2018 Seri A dengan pokok senilai Rp1,254 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 13 April 2021.
Demikian disampaikan analis, Handhayu Kusumowinahyu dan Danan Dito, di Jakarta, hari ini. “Perusahaan akan melunasi surat utang yang akan jatuh tempo tersebut dengan dana dari kas dan setara kas sebesar Rp4,1 triliun, rata-rata penerimaan angsuran per bulan sebesar Rp2,5 triliun dan kelonggaran tarik perbankan dengan total Rp4,4 triliun di akhir Desember 2020,” kata keduanya.
Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan emiten mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan emiten yang peringkatnya lebih tinggi.
Tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori
yang bersangkutan.
Foto: Istimewa
