TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kadin Minta Swasta Diberi Akses Vaksin Mandiri

Nurdian Akhmad
14 January 2021 | 20:59
rubrik: Business Info
Kadin Keluhkan Biaya Logistik yang Masih Tinggi

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan akses vaksin mandiri bagi swasta. Tujuannya mendorong percepatan vaksinasi secara nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, swasta ingin ikut berpartisipasi menyukseskan dan mempercepat pelaksanaan program vaksinasi ke masyarakat Indonesia. Mengingat distribusi vaksin mencapai 400 juta ke seluruh Indonesia dengan target jangka waktu kurang dari satu tahun.

“Dibukanya akses vaksinasi mandiri akan mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memenuhi kebutuhan biaya vaksinasi,” kata Rosan melalui keterangan resmi, Kamis (14/1/2020).

Menurutnya, vaksinasi mandiri swasta bisa diperuntukkan bagi kalangan dunia usaha, karyawan atau pekerja, dan keluarga karyawan.

“Apabila aksesnya dibuka, swasta siap mendistribusikan vaksin yang ada dalam daftar Kementerian Kesehatan yang sudah mendapatkan izin dari BPOM kepada masyarakat. Hal itu sesuai peraturan yang ada,” ungkap Rosan.

Dia mengatakan, kerja sama pengadaan vaksin dengan swasta tidak hanya bisa mengurangi biaya. Namun dapat pula mempercepat akses dan pendistribusian.

Kadin Indonesia, lanjutnya, mengapresiasi vaksinasi Covid-19 perdana yang dilakukan pemerintah pada Rabu (13/1). Vaksinasi tersebut diharapkan membawa pemulihan ekonomi dan dunia usaha di masa mendatang.

“Kita tentunya menyambut baik dan sangat mengapresiasi pemerintah. Memang inilah yang kita butuhkan ke depannya agar sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak bisa terkendali dan tumbuh pada 2021,” kata Rosan.

Seperti diketahui, vaksinasi ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat. Hasil evaluasi BPOM menunjukkan, Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen, lebih tinggi dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 50 persen.

BACA JUGA:   Kalbe Uji Klinik Vaksin Covid-19
Tags: Kadin IndonesiaVaksinvaksin Covid-19
Previous Post

Indeks Komposit Jakarta Dekati Level 6.500 Poin

Next Post

DCII Masuk UMA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR