Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi bisa kembali bangkit menuju tren penguatan, jika ditilik dari sisi teknikal. Namun begitu, investor tetap waspada mengingat sentiment Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 8 Februari 2021 masih membayangi Indeks .
Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar modal dari Binnartha Sekuritas, IHSG masih ditutup terkoreksi 0.77% di level 6258.57 pada perdagangan 25 Januari 2021. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.
“Dan sebetulnya sudah terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” demikian disebut Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Selasa (26/1/2021).
Dengan kondisi tersebut, disebutkan Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 6121.99 hingga 6325.75.
Berikut sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– AALI, dengan daily (11175). RoE: 3.97%; PER: 28.44x; EPS: 408.80; PBV: 1.15x; Beta: 1.55. Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 10750 – 11175, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.
– ACES, dengan daily (1630). RoE: 14.16%; PER: 38.61x; EPS: 41.31; PBV: 5.48x; Beta: 0.65. PergeTerlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 1540 – 1630, dengan target harga secara bertahap di level 1720, 1815, 2040 dan 2260. Support: 1540 & 1475.
– AKRA, dengan daily (3050). RoE: 8.47%; PER: 13.80x; EPS: 221.80; PBV: 1.17x; Beta: 1.62. Pergerakan harga saham menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 3010 – 3050, dengan target harga secara bertahap di level 3110, 3440 dan 3770. Support: 2970 & 2860.
– BBCA, dengan daily (35175). RoE: 14.51%; PER: 32.36x; EPS: 1,094.81; PBV: 4.70x; Beta: 0.94. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 35000 – 35200, dengan target harga secara bertahap di level 36025, 37600 dan 39050. Support: 34425 & 33000.
– CPIN, dengan daily (6350). RoE: 13.46%; PER: 35.32; EPS: 185.45; PBV: 4.57x; Beta: 0.9. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 6150 – 6350, dengan target harga secara bertahap di level 6550, 7025 dan 7475. Support: 6075 & 5975.
– MAPI, dengan daily (760). RoE: -12.92%; PER: -15.73x; EPS: -48.63; PBV: 2.03x; Beta: 1.61. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 725 – 760, dengan target harga secara bertahap di level 785, 845, 1000 dan 1155. Support: 725 & 690.
– PWON, dengan daily (515). RoE: 4.61%; PER: 31.30x; EPS: 16.61; PBV: 1.44x; Beta: 1.6. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada level 500 – 515, dengan target harga secara bertahap di 540, 560, 580 dan 665. Support: 500 & 460.
FOTO: TopBusiness
