Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (26/01/2021) awal pekan ini mixed.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui samuel.co.id, di Jakarta, hari ini, memperlihatkan bursa Amerika ditutup variatif. Dow Jones turun 0,12%, S&P 500 naik 0,36% dan Nasdaq 0,69%. Pelaku pasar nampaknya menunggu keputusan the Fed Kamis mendatang dan rilis laporan keuangan 4Q20 emiten pekan ini. Dikabarkan 13 emiten Dow jones dan 111 perusahaan S&P 500 akan merilis kinerja, beberapa diantara seperti Apple, Microsoft, Testa, Boeing, Catepillar dan Netflix.
Dari Asia, perdagangan kemarin beberapa bursa utama Asia ditutup menguat. Misalnya, Nikkei 0,7%, Hang Seng 2,4%, Kospi 2,2% dan Shanghai 0,5%. IHSG ditutup turun 0,77% ke level 6.258,6 ditengah net buy asing sebesar Rp 151,7 miliar di pasar reguler.
Pembacaan awal data pertumbuhan GDP Korea Selatan 4Q20, 1.1% qoq (prev: +2.1: cons: +0.7%) dan minus 1,4% yoy (prev: -1.1: cons: -1.7%). Rebalancing LQ45 periode Feb-Jul 2021 terdapat penambahan saham TPIA dan MEDC sementara itu dikeluarkannya saham SCMA dan SRIL.
Kasus baru Covid-19 dalam negeri Senin diumukan sebanyak 9,994 kasus (Minggu: 11,788 kasus) dengan kesembuhan 10,678 kasus sehingga kasus ditutup mencapai 83,8%. Hingga kini Indonesia telah mencatat total kasus Covid-19 mencapai 999 ribu.
“Market cenderung diperkirakan bergerak mixed dengan minimnya sentimen positif,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
