TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jam Tangan Kayu Ini Diapresiasi Kemenperin

Achmad Adhito
1 February 2021 | 13:55
rubrik: Business Info
Jam Tangan Kayu Ini Diapresiasi Kemenperin

Jam Tangan Kayu Eboni---indiemarket news

Jakarta, TopBusiness—Salah satu peserta Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2020) gelaran Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI), yang mendapat apresiasi besar dari masyarakat, yakni produsen jam tangan kayu asal Jawa Tengah, Eboni. Melalui produk unggulannya, Eboni Pamor, terpilih kembali sebagai pemenang kategori People’s Choice di IGDS 2020 karena mendapat total like sebanyak 1082 di akun instagram @igdsofficial. Sebelumnya, pada IGDS 2019, Eboni juga memperoleh penghargaan kategori People’s Choice dengan produknya, Eboni Cakra.

Dalam keterangan pers akhir pekan kemarin, Direktur Jenderal Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menjelaskan bahwa Eboni Pamor dinilai sebagai sebuah bentuk manifestasi nilai tradisi lokal yang dituangkan menjadi produk fashion.

Sehingga budaya dan tradisi tosan aji dapat terus berkelanjutan di era modern ini. Eboni Pamor menggunakan dial pamor asli keris dan dibuat oleh seorang empu (pembuat keris) generasi muda asal Solo yang secara turun-temurun mempelajari pembuatan keris.

“Eboni memperlihatkan kepada generasi muda bahwa Indonesia memiliki sejarah budaya yang sangat kuat dan membuktikan bahwa sejarah serta kebudayaan lokal bisa diwujudkan menjadi produk fashion yang kekinian,” papar pejabat Kemenperin tersebut.

Eboni Pamor dari Eboni Watch dicetuskan oleh Afidha Fajar Adhitya. Pemuda asal Klaten Jawa Tengah tersebut menjajal keberuntungannya dengan membuat Eboni Watch pada 10 Oktober 2014. Berawal dari modal Rp2 juta, membawanya pada produksi hingga 300 unit per bulan dan menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan omset rata-rata Rp150 juta per bulan.

Eboni Pamor memiliki nilai keindahan dan craftmanship yang sangat tinggi, dibuat dari kayu sonokeling (rosewood) yang terkenal keuletan, keawetan dan kekuatannya. Proses produksinya menggunakan mesin Quartz Ronda dari Swiss yang terbukti lebih akurat, awet, dan kuat atau tahan banting. Jam tangan ini aman dipakai untuk kegiatan yang bersinggungan dengan air yang bersifat ringan, misalnya kehujanan, wudhu, dan mencuci.

BACA JUGA:   Terseret Penurunan Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Hingga saat ini, jangkauan pasar Eboni berada di seluruh Indonesia dan telah mencapai pasar Asia Tenggara, Afrika Selatan, hingga Eropa, baik melalui ekspor ataupun pembelian langsung oleh pelanggan dari luar negeri. Eboni mengoptimalkan potensi pasar melalui media sosial dan e-commerce sesuai dengan target pasar anak muda.

“Kebudayaan dan kearifan lokal di Indonesia bisa menjadi kekuatan besar untuk memposisikan produk asli Indonesia di percaturan desain dunia. Eboni Pamor menjadi bukti dari kekuatan budaya dan kearifan lokal Indonesia yang bisa diimplementasikan dalam sebuah desain produk,” kata salah satu Dewan Juri IGDS 2020 yang juga praktisi craft, RM Satya Brahmantya.

Tags: Indonesia Good Design Selectionjam tangan kayu eboni
Previous Post

SKK Migas Evaluasi Capaian Kinerja KKKS Tahun 2020

Next Post

Transaksi Elektronik SPBU Bandung Raya: Rp 30 Miliar

Comments 0

  1. Zidane says:
    5 years ago

    sangat bagus tertarik ingin mempunyai nya

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR