
Jakarta-Thebusinessnews. Pertumbuhan premi asuransi umum hingga akhir tahun 2015 hanya tumbuh 13 persen . Pertumbuhan itu jauh dibanding tahun 2014 sebesar 19 persen. Hal itu disebabkan menurunannya lini asuransi kendaraan bermotor. Namum, pelaku asuransi umum masih punya peluang dengan adanya projek infrstruktur pemerintahan Joko Widodo.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI ), Julian Noor memprakirakan pertumbuhann premi asuransi umum tahun 2015 hanya 13 persen. Penurunan tersebut karena terpukulnnya lini asuransi kendaraan bermotor. “ Kita tahu data penjualan kendaraan bermotor turun tajam sesuai data Gaikindo, namum kami tetap tumbuh 13 persen di banding raihan premi tahun lalu, “ujar dia di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2015.
Pertumbuhan 13 persen itu di dukung oleh adanya rencana pemerintah dengan mega proyek infrastruktur Rp 290 triliun. Jika rencana itu berjalan, Julian memperkirakan akan ada pertumbuhan signifikan di lini asuransi rekayasa atau enggering dan lini atau penjaminan atau surety.
“Jika pemerintah bisa mencair kan semua belanja infrastrukturnya dan berjalan baik sampai akhir tahun maka kenaikan di lini enggenering sampai 100 persen premi dari tahun 2014.” Ujarnya.
Namum, sehari sebelumnya pemerintah mengakui belanja modal hingga akhir tahun 2015 hanya mencapai 93 persen dari angka yang tercantum dalam APBN-P 2015. Seperti disampaikan Presiden Joko Widodo. “ Memang sampai akhir semester 1 2015 belanja modal baru terealisasi 12 persen namum pada oktober mendatang akan naik siginifikan dan akhir tahun akan terealisasi 93 persen. “ ujar dia kemaren. (AZ).