TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Obligasi Bakal Jatuh Tempo, Likuiditas Indomobil Finance Kuat

Busthomi
16 February 2021 | 13:58
rubrik: Capital Market
Obligasi Bakal Jatuh Tempo, Likuiditas Indomobil Finance Kuat

Jakarta, TopBusiness – PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance) bakal menghadapi pembayaran jatuh tempo terhadap surat utangnya dalam Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2018 senilai Rp430 miliar.

Namun begitu, menurut PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), likuiditas perseroan untuk melunasi obligasi tersebut lumayan kuat. Dananya pun berasal dari kas internal. Demikian seperti disebutkan dua analis Pefindo, Handhayu Kusumowinahyu dan Kreshna Dwinanta Armand dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (16/2/2021).

“Perusahaan akan melunasi Obligasi Berkelanjutan III Tahap III 2018 Seri B sebesar Rp430 miliar yang jatuh tempo pada tanggal 18 Mei 2021 dengan menggunakan kas dan setara kas sebesar Rp891,3 miliar. Selain itu juga masih ada penerimaan dari cicilan piutang bulanan sebesar Rp528 miliar dan fasilitas kredit yang belum ditarik sebesar Rp2,9 triliun per Desember 2020,” tuturnya.

Dengan kemapuan perseroan itu, maka tak aneh jika Pefindo telah mengganjar dengan peringkat “idA” kepada PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance), Obligasi Berkelanjutan III/2017, dan Obligasi Berkelanjutan II/2015. Serta prospek dari peringkat perusahaan adalah “stabil”.

Menurutnya, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi.

Peringkat tersebut juga, kata mereka, mencerminkan dukungan sinergi usaha yang kuat dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil Group), profil pengelolaan aset dan kewajiban (asset-liability management) yang kuat, dan portofolio bisnis yang beragam.

“Namun peringkat tersebut dibatasi oleh profil kualitas aset yang moderat dan tingkat profitabilitas perusahaan yang moderat pula,” tegasnya.

Peringkat tersebut juga dapat dinaikkan jika Indomobil Finance dapat memperkuat posisi usaha secara signifikan dan konsisten, dan pada saat yang sama memperkuat profil kualitas aset dan profitabilitas. Peringkat dapat diturunkan jika posisi usaha perusahaan di industri mengalami penurunan atau kualitas aset dan permodalan melemah secara signifikan.

BACA JUGA:   KPEI Ajak Investor Terlibat Sistem Pinjam Meminjam Saham

“Pefindo menilai penyebaran COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap industri pembiayaan dalam hal pertumbuhan, kualitas aset, dan profitabilitas, terutama terkait pembiayaan pada sektor-sektor ekonomi yang terkena dampak langsung seperti perhotelan, pariwisata, restoran, serta transportasi,” katanya.

“Sektor manufaktur dan perdagangan berbasis komoditas juga terpengaruh pada tingkat yang lebih rendah, karena terbatasnya akses ke tempat kerja,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu, kemampuan debitur dari sektor-sektor ekonomi tersebut terpengaruh secara signifikan, sehingga kemampuan pembayaran kembali kewajiban finansial mereka mengalami penurunan, serta memengaruhi profil keuangan perusahaan-perusahaan pembiayaan.

Mitigasi Risiko

Meskipun POJK 58/POJK.05/2020 memungkinkan perusahaan pembiayaan untuk merestruktur akun-akun yang terdampak COVID-19 untuk dapat mempertahankan rasio kualitas aset mereka, implementasinya juga memungkinkan terjadinya risiko moral hazard, di mana debitur-debitur yang sebenarnya tidak terlalu terpengaruh juga dapat tidak melakukan pembayaran angsuran.

“Kami memperkirakan terkendalinya dampak dari penyebaran COVID-19 terhadap profil kredit Indomobil Finance, mengingat sinergi bisnis yang kuat dengan Grup Indomobil, terutama didukung oleh keunggulan kompetitif Perusahaan yang kuat dengan tautan kepemilikan saham Grup Indomobil,” katanya.

Indomobil Finance juga, lanjut mereka, menerapkan kriteria pembiayaan yang lebih ketat dan mengintensifkan upaya penagihan angsuran yang didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang kuat.

Hal ini diperkirakan dapat memitigasi potensi penurunan bisnis akibat proyeksi pertumbuhan penjualan otomotif nasional yang belum akan sepenuhnya pulih dalam 18-24 bulan ke depan dan dapat memengaruhi permintaan terhadap jasa pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor.

“Pefindo akan terus memantau secara ketat perkembangan dampak pandemi terhadap performa perusahaan dan profil kredit secara keseluruhan,” tegasnya.

Indomobil Finance sendiri merupakan perusahaan pembiayaan Indomobil Group, salah satu grup otomotif terkemuka di Indonesia yang memegang lisensi beberapa merek kendaraan bermotor. Indomobil Group juga bergerak di sektor lain terkait otomotif, termasuk penyediaan jasa purna jual, perakitan kendaraan, produksi komponen, dan distribusi suku cadang.

BACA JUGA:   Resmi, Ketrosden Triasmitra Catatkan Obligasi Senilai Rp583 M

Per 31 Desember 2020, Indomobil Finance dimiliki oleh Indomobil Group melalui PT Indomobil Multi Jasa Tbk (99,909%) dan PT IMG Sejahtera Langgeng (0,091%).

FOTO: Istimewa

Tags: indomobil financejatuh tempoobligasi korporasi
Previous Post

Besok, Karpet Impor Mulai Kena Bea Masuk

Next Post

Outlook Stabil, Kemampuan Keuangan Bank Lampung Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR