Jakarta, TopBusiness – PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai BUMN yang memiliki core business pelayanan kebandaraan (services airport) memiliki misi yang sangat besar dan penting bagi republik ini. Sebab, bandara merupakan pintu gerbang bagi sebuah negara atau halaman depan bagi para wisatawan asing maupun domestik untuk menjelajah keelokan nusantara.
Untuk itu, proses bisnis yang dijalankan AP I sebenarnya sudah sejalan pula dengan praktik Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Dalam pelaksanaan CSR, perseroan juga sudah mengadopsi nilai mengacu kepada ISO 26000 tentang CSR, kebijakan direksi dengan melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta mengacu kepada tata kelola perusahaan dengan baik GCG.
“CSR dan PKBL yang kami lakukan juga mengacu kepada aturan menteri BUMN dalam PKBL dan juga mengacu pada opersional SDGs atau Sustainability Development Goals, juga tidak ketingalan terapkan proram NAWACITA yang diusung Jokowi,” kata Nur Sapto, Vice President PKBL PT AP I dalam penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diselengarakan majalah bergensi Top Business melalui aplikasi Zoom, Kamis (18/2/2021).
Menurut dia, AP I telah melakukan program PKBL dengan sangat apik. Perseroan membangun dan membina Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di seluruh nusantara dengan secara spesifik di seluruh bandara mulai dari berbagai produk kerajinan serta kriya dengan spesifik produk unggulan daerah-daerah nusantara.
“Kami juga membangun CSR yang sejalan pula dengan SDGs dalam hal tourism dan kepariwisataan. Oleh sebab itu pula kami membangun senergi dengan mastyarakat lokal sekitar bandara yang kami operasikan agar mengelolah Sumber Daya Alam (SDA) lokal dijadikan daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk menyambangi keistimewaan daerah tersebut, agar para wisatawan mendapatkan sebuah keistimewaan yang sangat berbeda pula denga n wilayah laennya. Seperti ex bandara Yogyakarta yang kami jadikan lokasi foto-foto bagi seluruh pengunjung yang sangat menjanjikan untuk wajib berfoto ria. Dan juga AP 1 bermitra dengan masyarakat lokal di Yogjakarta, Semarang dan Sulawesi untuk merawat serta mengeksplor kawasan mangrove menjadi destinasi wisata nan menjanjikan untuk disambangi para eksplor dan pecinta wisata,” tegas Nur Sapto.
AP 1 juga terus meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia lokal di wilayah operasioanal bandara yang dikelolah perseroan. Setiap tahunnya AP I memberikan beasiswa setingkat Diploma 3 bagi masyarakat lokal sekitar bandara melalui program CSR.
“Lulusan bea siswa ini akan menjadi karyawan di bandara AP I, tentunya dengan program beasiswa ini proses bisnis AP I akan tetap sustain dan masyarakat pun dapat terbantu pula. Tahun ini sebanyak 58 mahasiswa paket bea siswa ini yang terjaing program bea siawa AP 1,” tegas Nur.
AP 1 pun turut memberikan perhatian ekstra di wilayah operasional terkait penyehatan masyarakat, khususnya ibu-ibu hamil, menekan stunting, serta menyehatkan para manula. Program kesehatan ini sudah berjalan dengan baikn sejak tahun 2012. “Setiap tahunnya kita pantau, kita bahas dan kita adakan evaluasi. Bidang kesehatan ini akan memengaruhi tingkat budaya, sosial di masyarakat,” ujar Nur.
AP I juga berencana menjadikan bandara lama Yogyakarta menjadi destinasi wisata kebandaaraan bagi wisatawan lokal dan asing. Rencana tersebut mendapatkan respons sangat positif dari Menko Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan. “Tentunya kita bisa kemas lebih apik dan menjanjikan bagi wisatawan untuk menambah waktu kunjungannya,” ucap Nur.
Kinerja apik AP I dalam melaksanakan operasional kebandaraan juga telah mendapatkan penilaian terbaik oleh lembaga internasional dari Kanada. Untuk menerapkan bandara yang efisien, efektif serta juga menerapkan green building, oleh sebab itu bandara-bandar yang baru dibangun dengan konsep Building Otomation. Artinya pengunaan komponen perlengkapan disesuaikan dengan kebutuhan serta pula pengunaan Teknlogi Information Computer (ICT) sangat memberikan peranan yang sangat besar. Dan juga konsep Green Building ini sudah menjadi tuntutan dunia dalam rangka mengurangi efek rumah kaca serta menjadikan building smart pula.
