Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemehannya. Sepertinya sentiment suku bunga Bank Indonesia (BI) yang kembali diturunkan tak trelalu direspon pasar.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0.44% di level 6200.31. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal positif.
“Meskipun demikian, masih terlihat pola three outside down candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke support terdekat,” tutur Nafan dalam Binaartha Technical Research, Jumat (19/2/2021).
Dengan kondisi seperti itu, dia memproyeksi berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance IHSG akan berada pada kisaran 6179.13 hingga 6256.03.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– AALI, dengan daily (11050). RoE: 3.97%; PER: 27.09x; EPS: 408.80; PBV: 1.09x; Beta: 1.68. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 10750 – 11050, dengan target harga secara bertahap di 11575, 12650 dan 13750. Support: 10750 & 10475.
– BJBR, dengan daily (1580). RoE: 13.96%; PER: 9.58x; EPS: 164.99; PBV: 1.44x; Beta: 1.9. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 1560 – 1580, dengan target harga secara bertahap di level 1620, 1855, 2090 dan 2330. Support: 1560 & 1490.
– BJTM, dengan daily (810). RoE: 14.78%; PER: 8.23x; EPS: 98.39; PBV: 1.21x; Beta: 1.48. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish engulfing line candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 790 – 810, dengan target harga secara bertahap di level 835, 875 dan 1040. Support: 790 & 710.
– BMRI, dengan daily (6250). RoE: 8.83%; PER: 16.87x; EPS: 370.55; PBV: 1.49x; Beta: 1.41. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 6150 – 6250, dengan target harga secara bertahap di level 6350, 6575, 7125, 7550, 7850 and 8050. Support: 6050 & 5600.
– EXCL, dengan daily (2180). RoE: 1.94%; PER: 62.77x; EPS: 34.73; PBV: 1.22x; Beta: 1.1. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 2150 – 2180, dengan target harga secara bertahap di 2280, 2640, 3000 dan 3360. Support: 2090 & 1920.
– INTP, dengan daily (13575). RoE: 6.58%; PER: 33.73x; EPS: 402.43; PBV: 2.21x; Beta: 1.38. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area level 13300 – 13600, dengan target harga secara bertahap di level 13850, 14875, 17250 dan 19625. Support: 13075 & 12500.
– TLKM, dengan daily (3180). RoE: 18.22%; PER: 14.17x; EPS: 224.40; PBV: 2.58x; Beta: 0.76. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 3140 – 3180, dengan target harga secara bertahap di level 3330, 3540, 4040 dan 4540. Support: 3040 & 2920.
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
