Jakarta, TopBusiness – Dalam menjalankan program dan inisiatif CSR (Corporate Social Responsibility)nya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk memiliki komitmen untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi daerah melalui fokus bisnis yang dijalankan Bank di sektor perbankan.
Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan usaha secara bertanggung jawab serta kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta strategi yang dirancang Bank secara terstruktur untuk menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi.
Demikian seperti disampaikan Corporate Secretary Bank Jatim Glemboh Priambodo dalam Wawancara Penjurian TOP CSR Award 2021 yang berlangsung secara virtual pada Jumat (19/2/2021).
Glemboh menyebut komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga program unggulan CSR Bank Jatim yakni bantuan CSR Ambulance kepada masyarakat, bantuan CSR pada UMKM dan program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).
Bantuan CSR Ambulance merupakan Pemberian bantuan ambulance untuk kabupaten/kota di jawa timur, ditujukan ke dinas/rs/puskesmas setempat.
Untuk program UMKM, Glemboh menyebut Pada tahun 2020 Bank Jatim Peduli mengalokasikan dana CSR untuk UMKM sebesar 1,6 M. Bantuan program CSR Bank Jatim untuk UMKM tersebar di beberapa daerah Jawa Timur.

“Bantuan tersebut berupa berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat menunjang perkembangan UMKM khususnya di daerah Jawa Timur,” kata Glemboh.
Melalui bantuan yang diberikan, Glemboh berharap hal tersebut dapat membuat berkembangnya ekonomi kerakyatan dan membangkitkan UMKM di di Jawa Timur b khususnya di masa pandemi covid-19 yang berlangsung hampir setahun lamanya.
Keberpihakan Bank Jatim terhadap sektor UMKM memang tinggi. Selain program CSR untuk UMKM tadi, kucuran ke kredit UMKM juga masih tinggi. Tercatat hingga November 2020 lalu, bank jatim berhasil menyalurkan kredit ke sektor ini sebesar Rp 6,62 triliun atau tumbuh 11,28% di tahun sebelumnya, diikuti dengan kredit korporasi yang sebesar Rp 10,30 triliun atau tumbuh 8,59%.
Adapun program RTLH, merupakan program bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni untuk masyarakat tidak mampu agar rumah yang di tinggali dapat dihuni secara layak dan nyaman. Glemboh menyatakan program ini dilaksanakan secara konsisten setiap tahun bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.
“Program RTLH sendiri merupakan bantuan penanganan fakir miskin yang diselenggarakan oleh dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal agar agar setiap warga tak mampu di daerah Jawa Timur mempunyai tempat tinggal dan lingkungan yang aman,” ujarnya.
Terbaru, realisasi program RTLH dari bank Jatim dilaksanakan pertengahan Desember 2020 lalu, dengan Bank Jatim menyerahkan bantuan 10 unit RTLH dan 30 unit fasilitas MCK kepada 2 Kecamatan di Bojonegoro melalui Pemerintah Kabupaten setempat.
Penulis: Aby Abduljabbar Sidiq

saya ingin mengajukan Program Bantuan Berupa CSR, khususnya untuk fasilitas tempat ibadah untuk Umat Hindu di Bumi singosari, apakah dimungkinkan ? jika dimungkinkan kami harus kemana mengajukannya. Terima kasih
Saya selaku usaha kecil untuk mengedukasi masyarakat dg produksi es batu dan virgin coconut oil. Dan kesemuanya untu membuka peluang kerja masyarakat. Atas ketergantungan pada 1 perusahaan tambang emas PT BSI. Dg segala keterbatasan yg saya jalankan secara mandiri. Bagai mana alur dan persyaratan untuk mengajukan permohonan bantuan alat produksi. Sedang hasil produksi sudah terdaftar di NIB DAN PIRT. Saya juga nasabah dari bank jatim.