Jakarta, TopBusiness—Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif, mengatakan di Jakarta hari ini, bahwa pihaknya berhasil membukukan kenaikan laba bersih tahun 2020 sebesar 82,3% (YoY) menjadi Rp60,52 miliar dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,21 miliar.
“Kenaikan tersebut bersumber dari kenaikan pendapatan perseroan di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp563,89 miliar atau tumbuh 100,1% dari pendapatan tahun 2019 sebesar Rp281,75 miliar,” katanya melalui keterangan pers.
Tingginya realisasi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun 2020, masih akan berlanjut di tahun ini. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun ini mampu tumbuh 80% – 100%.
Untuk mencapai target tersebut, perseroan masih mengandalkan produk jarum suntik ADS, mesin apheresis (plasma darah), antigen test dan produk baru yaitu Avimac, produk immunomodulator yang akan mulai di pasarkan di kuartal I tahun ini.
Heru menambahkan, target pertumbuhan tersebut merupakan murni pertumbuhan organik, di luar rencana akuisisi serta pembentukan JV yang ada dalam pipeline aksi korporasi perseroan di tahun ini.
“Kami optimis, untuk target pertumbuhan 80%-100% di tahun ini, produk alat kesehatan yang kami miliki adalah produk kesehatan yang sifatnya primer terkhusus dalam penanggulangan Covid-19 saat ini. Dan tahun ini, kami juga menargetkan bisa merealisasikan transformasi dari model bisnis medical equipment supplier menjadi manufacturer dan innovator peralatan medis, Insyallah baik itu target pertumbuhan dan transformasi bisnis bisa terealisasi”, jelas Heru
Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk Pratoto Raharjo mengungkapkan, tahun ini menjadi tahun yang sangat penting bagi perseroan. Selain mencapai target pertumbuhan, perseroan juga menargetkan sejumlah aksi korporasi di tahun ini. Terkait dengan pemenuhan kebutuhan belanja modal, perseroan memiliki opsi pendanaan baik dari pinjaman perbankan maupun kas internal, selain itu perseroan juga memiliki opsi pendanaan dari penjualan saham treasury yang kapan saja bisa direalisasikan.
“Tahun ini, kami memiliki posisi kas yang sangat kuat, selain itu sampai saat ini, kami belum memanfaatkan pinjaman perbankan, karena kami mendapat dukungan yang kuat dari prinsipal kami seperti Abbott, Alera Health, Terumo, dalam pemenuhan belanja barang.”
Ditambahkannya, “Dan jika diperlukan kami juga masih memiliki saham treasury hasil program buyback di tahun lalu, yang sewaktu-waktu bisa menjadi opsi pendanaan bagi perseroan,” ungkap Pratoto.
