TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Masuk 10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar, Ini Respon Bos Bank BSI

Busthomi
25 February 2021 | 14:52
rubrik: Capital Market
Masuk 10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar, Ini Respon Bos Bank BSI

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Syariah Indonesia Tbk dengan kode saham BRIS masuk dalam jajaran 10 emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kapitalisasi pasar merupakan nilai pasar dari hasil perkalian harga saham per lembar dengan jumlah saham yang ada dalam perusahaan.

Berdasarkan data dari Equity Daily Trading Publication Bursa Efek Indonesia (BEI) per 24 Februari 2021, nilai kapitalisasi pasar PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebesar Rp115 triliun. Angka kapitalisasi pasar ini mengalami kenaikan dibandingkan pada saat BRIS melakukan IPO sebesar Rp4,96 triliun.

Dengan pencapaian tersebut, menurut Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, pihaknya berharap dengan masuknya BSIS sebagai 10 emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar BEI, bisa menjadikan saham BRIS primadona.

“Selain itu kami berharap prestasi ini semakin mendorong dan menginspirasi sektor keuangan dan perusahaan keuangan syariah untuk melantai di bursa,” kata Hery Gunardi, Kamis (25/2/2021).

Harga saham BRIS per tanggal 24 Februari 2021 adalah Rp2.820 atau naik hampir lima kali lipat dibandingkan pada saat IPO sebesar Rp510 rupiah per saham. Jumlah saham BRIS setelah penggabungan tercatat sebesar 41 miliar saham.

Sebagai bank hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, BSI merupakan bank dengan total aset terbesar ke-7 di Indonesia yaitu sebesar Rp240 triliun. Total pembiayaan Bank BSI sampai Desember 2020 mencapai Rp157 triliun dengan total DPK sebesar Rp210 triliun.

Dari sisi jaringan, BSI didukung oleh lebih dari 1.300 jaringan kantor, sekitar 2.400  jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Disebutkan dia, BSI berkomitmen menjadi lembaga perbankan yang modern dan  inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi  prinsip syariah. Selain itu, Bank BSI juga berkomitmen menjadi bank yang dipilih nasabah karena memiliki produk yang kompetitif dan layanan yang prima sesuai dengan kebutuhan nasabah.

BACA JUGA:   IHSG Sudah Terjun di Bawah 6.000, Selektif Pilih Saham

Bank BSI dijalankan sesuai dengan prinsip maqashid syariah yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta.  Bank BSI  tidak hanya fokus untuk menggarap commercial finance tetapi juga social finance.

Optimalisasi pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF) menggunakan metode digital merupakan salah satu strategi Bank BSI untuk memberikan kemudahan sekaligus manfaat dan kebaikan bagi masyarakat.

Saat ini, komposisi pemegang saham BSI saat ini adalah adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 50,95%; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 24,91%; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,29%; DPLK BRI 1,83%;  BNI Life Insurance 0,01%; dan Public 5,01%.

FOTO: Istimewa

Tags: bank syariah IndonesiaBRISkapitalisasi pasar
Previous Post

Peran Indra Karya sebagai BUMN Konsultan Konstruksi pada Bendungan Napun Gete

Next Post

Diperlukan, Komersialisasi Riset Kendaraan Listrik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR