TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ingin Melihat Rusa Jawa? Lihatlah di Taman KEHATI Hasil CSR Polytama Propindo

Editor
5 March 2021 | 09:06
rubrik: CSR
Ingin Melihat Rusa Jawa? Lihatlah di Taman KEHATI Hasil CSR Polytama Propindo

Jakarta, TopBusiness – PT Polytama Propindo (Polytama) terpilih sebagai Finalis ajang TOP Corporate Social Responsibility Awards 2021, yang diselenggarakan Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsutan bidang CSR. 

Polytama bergerak di bidang Petrokimia sebagai penghasil resin polipropilena, berdiri sejak tahun 1993, dan satu-satunya penghasil bijih plastik dalam bentuk Granule di Asia. Berkantor pusat di Jakarta dan lokasi pabrik di Balongan, Indramayu. Dengan jumlah karyawan 439 orang.

Polytama terpilih sebagai Finalis TOP CSR Awards 2021 berkat kebijakan dan strategi CSR yang dijalankannya selaras dengan strategi bisnis perusahaan atau telah mengadopsi konsep Creating Shared Value (CSV).

Sebagai Finalis, Polytama telah mengikuti tahapan Presentasi dan Tanya-Jawab dengan Dewan Juri TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara online pada Rabu, 3 Maret 2021. Hadir mewakili perusahaan dalam sesi ini yaitu Corporate Secretary, Dwinanto Kurniawan; General Affairs & Comdev Manager, Andri; Comdev Coordinator, Siena; Corcomm Coordinator Shita dan Fita; serta Corsec Coordinator, Mulki.

Program CSR yang Membanggakan

Dari sejumlah inisiatif CSR yang telah dijalankan perusahaan hingga tahun 2020, Dwinanto Kurniawan menjelaskan inisiatif CSR yang dinilai membanggakan oleh manajemen dan layak direkomendasikan ke perusahaan lain.

“Pertama, Indramayu Management Sampah Zero atau I-MASARO. Ini  program CSR di bidang lingkungan berupa pengelolaan sampah menjadi zero waste yang telah dirintis sejak tahun 2017.”

Dalam pelaksanaannya prgram ini melibatkan institusi pemerintah yaitu Dinas Lingkungan Hidup setempat dan  Kelompok Masyarakat CBO IBU-Tin (Ikatan Kelompok Mantan Buruh Migran Tinumpuk beranggotakan 470 KK.

Kepada dewan juri, Dwinanto mengungkap capaian dari Program I-MASARO. “Pengolahan sampah mencapai 700 kg/bulan menggunakan mesin insinerator & pirolisator.”

BACA JUGA:   Gelar CSR, WEGE Bangun Klinik Darurat Modular di Cianjur serta PAUD Modular

“Rata-rata pendapatan dari hasil penjualan Rp 5.500.000 per bulan. Pemberdayaan buruh migran wanita sebanyak 7 orang,” kataDwinanto.

Program Kedua, Taman KEHATI. Program CSR di bidang lingkungan dalam hal konservasi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) di wilayah Indramayu. Dengan adanya program ini, mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar dalam pengelolaannya.

“Kami melakukan studi untuk program tersebut mulai tahun 2018, setahun kemudian diresmikan Taman KEHATI. Tahun lalu dibangun infrastruktur konservasi Rusa Jawa dan tahun 2021 ini kami akan membentuk Kelompok Taman KEHATI,” ujar Dwinanto kepada dewan juri. “Target kami di 2023, taman ini jadi Kawasan Eduwisata.”

“Dalam pelaksanaannya, kami menjalin kemitraan dengan swasta yaitu dan Pemda yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Kabupaten Indramayu.”

“Perkembangannya, saat ini terdapat 25 jenis pohon di Taman Kehati dengan 17 di antaranya pohon asli Nusantara.”

“Diperolah peningkatan pendapatan per individu Rp 3.000.000/bulan.”

“Ada 20 orang terlibat dalam pembangunan infrastruktur Taman Kehati. Juga sebanyak 8 orang menerima manfaat pelatihan, sertifikat Ahli Penangkaran Rusa dan penghasilan tambahan di Taman Kehati,” terang Dwinanto.

Insiatif CSR di Era Kenormalan Baru

Dalam mendukung bisnis di masa Kenormalan Baru, Polytama telah meluncurkan inisiatif Management Pencegahan Covid disingkat “Mang Covid”. Ini adalah program CSR sebagai responsivitas terhadap kebencanaan dengan memberikan pelatihan kewirausahaan bersertifikat BNSP

“Program ini ditujukan untuk UMKM, pekerja terdampak PHK serta disabilitas selama masa pandemi,” kata Dwinanto menjelaskan.

Tujuannya untuk membentuk kelompok pekerja bersertifikasi (BNSP Wirausaha) melalui pelatihan. Dengan cara memproduksi dan mengoperasikan disinfektan berbasis airborne. “Kami juga memberikan pelatihan pengenalan penerapan ISO PAS 45005,” ucapnya.

Kemitraan dan Institusi Pemerintahan yang terlibat dalam Mang Covid antara lain kalangan swasta, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian & Perdagangan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

BACA JUGA:   PATRA, Program CSR Kilang Pertamina Internasional untuk Masyarakat Palembang

Hingga saat ini, tercatat ada 106 peserta pelatihan Mang Covid dan telah mendapatkan sertifikat BNSP, dengan komposisi 75% jenis kelamin laki-laki dan 25% jenis kelamin perempuan. Ada 7 orang penyandang disabilitas terlibat dalam program Mang Covid.

“Kami telah menyelenggarakan 3 batch pelatihan yaitu Agustus 2020, September 2020, dan Oktober 2020 yang juga dihadiri Menaker Ida Fauziah. Hasilnya, dari aspek ekonomi, mereka mendapat peningkatan pendapatan per individu sebesar Rp 2.400.000/bulan,” tutup Dwinanto.

Penulis: Teguh Imam Suyudi

Tags: csrPT Polytama PropindoTOP CSR Awards 2021
Previous Post

Selaraskan Bisnis dengan CSR, Bank Muamalat Punya Tabungan Berhadiah Paket Donasi Covid-19

Next Post

Prediksi Saham Smartfren dan IHSG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR