Jakarta, TopBusiness—PT Bank Permata Tbk mengumumkan hasil kinerja perusahaan sampai dengan triwulan IV 2020. Bank tersebut menyatakan terus mempertahankan kinerja keuangan yang solid di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi global.
Dr. Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank, mengatakan dalam keterangan pers yang dipublikasikan pagi tadi, bahwa PermataBank tetap berhasil membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan, sebesar Rp3,8 triliun atau meningkat 23,7% YoY (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 14,2% dan pendapatan non-bunga sebesar 16,1% YoY.
Pencapaian ini diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (net interest margin atau NIM) menjadi 4,7%, meningkat dari 4,4% di periode yang sama tahun lalu sejalan dengan strategi bank tersebut dalam mengelola struktur likuiditas secara optimum.
Cost to Income Ratio (CIR) tercatat sebesar 58,7%, membaik secara signifikan dibandingkan posisi tahun lalu sebesar 62,4%. Rasio efisiensi tersebut didukung oleh penerapan digitalisasi dalam transaksi perbankan.
Total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp118 Triliun, meningkat 9,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Pertumbuhan kredit ini didukung oleh pengalihan aset BBI melalui proses integrasi sebesar Rp17,3 triliun,” kata Ridha.
