TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Gelar RUPST, Ini Jajaran Baru Direksi Bank BTN

Busthomi
10 March 2021 | 15:41
rubrik: BUMN, Capital Market
Gelar RUPST, Ini Jajaran Baru Direksi Bank BTN

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung BTN, Jakarta, Rabu (10/3/20210).

Salah satu agenda dalam RUPST tersebut pemegang saham mengangkat Direktur Utama baru yang sebelumnya posisi ini kosong karena Dirut sebelumnya, Pahala Nugraha Mansury yang diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri BUMN.

Dan dalam RUPST tersebut, pemegang saham dalam hal ini pemerintah resmi menunjuk Haru Koesmahargyo selaku Direktur Utama Bank BTN. Haru sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.  

Dengan begitu, dalam  RUPST tersebut juga disepakati penunjukkan jajaran pengurus baru manajemen perseroan.

Selain itu, pemegang saham juga memutuskan memberhentikan dengan hormat Pahala Mansury selaku Direktur Utama Bank BTN dan Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capital, Legal, and Compliance.

Sehingga, RUPST memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal.

RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Iqbal sendiri di beberapa masa yang lalu pernah menempati posisi Dirut BTN.

Menurut Corporate Secretary Bank BTN, Ari Kurniaman,  perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. Bisnis BTN, lanjutnya, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN.

Selain itu, Ari mengungkapkan Bank BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional.

BACA JUGA:   IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

“Kami optimistis jajaran baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional],” tandas Ari.

Berikut susunan Komisaris dan Direksi baru Bank BTN:

Komisaris:

Komisaris Utama: Chandra Hamzah; Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Iqbal Latanro; Komisaris: Eko Djoeli Heripoerwanto; Komisaris: Heru Budi Hartono; Komisaris: Andin Hadiyanto; Komisaris: Armand Bachtiar Arief; Komisaris Independen: Ahdi Jumhari Luddin.

Direksi:

Direktur Utama: Haru Koesmahargyo; Wakil Direktur Utama: Nixon LP Napitupulu; Direktur Consumer and Commercial Lending: Hirwandi Gafar; Direktur Finance, Planning, and Treasury: Nofry Rony Poetra; Direktur Compliance and Legal: Eko Waluyo; Direktur Wholesale Risk and Asset Management: Elisabeth Novie Riswanti; Direktur Operation, IT, and Digital Banking: Andi Nirwoto; Direktur Distribution and Retail Funding: Jasmin; Direktur Risk Management and Transformation: Setiyo Wibowo.

Target 2021

Pasca RUPST ini, pihak BTN kian optimistis target bisnis yang ditetapkan untuk tahun 2021 akan tercapai didukung Jajaran Direksi yang ditetapkan lewat RUPST tersebut. Adapun pada 2021 ini, emiten bersandi saham BBTN ini membidik laba bersih naik ke kisaran Rp2,5 triliun-Rp2,8 triliun.

Ari kembali menegaskan, perseroan tetap optimistis dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid.

“Kami juga tetap optimistis mampu meraih posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025 didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus kami lakukan sehingga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah,” jelas Ari.

Beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan Bank BTN di tahun kerbau logam ini yakni kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7%-9%. Dan Dana Pihak Ketiga (DPK) pun ditargetkan berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit atau dikisaran 7%-9%.

BACA JUGA:   RUPST PJAA Sepakat Guyur Dividen Rp41,6 Miliar dan Angkat Komut Eks Bos Garuda

FOTO: Istimewa

Tags: bank BTNdirut baruRUPST
Previous Post

Selama Pandemi, Laba Bersih Saratoga Naik 20 Persen Jadi Rp8,82 T

Next Post

Saham Infrastruktur Naik Tertinggi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR