Jakarta, TopBusiness – Lembaga Kajian Nawacita (LKN), hari ini (Senin, 15/3/2021), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Kopetindo). Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Ketua Umum LKN Ir Samsul Hadi dan Ketua Kopetindo Ir Widi Pancono di Jakarta.
Dalam MoU yang berlaku selama tiga tahun ini, ditegaskan bahwa kerja sama tersebut didasari oleh keinginan bersama untuk saling mendukung dalam melaksanakan tugas pembangunan masyarakat untuk bangsa dan negara, terutama terkait dengan Program Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan.
“LKN dan Kopetindo sepakat mengadakan kesepahaman bersama dalam melakukan peningkatan kapasitas di bidang Energi Terbarukan, Pertanian, Peternakan, Perdagangan dan bidang lain yang dipandang perlu. Hal-hal yang menyangkut tindak lanjut kesepahaman ini akan diatur sendiri dengan kesepakatan kedua belah pihak,” jelas isi MoU tersebut yang diterima redaksi TopBusiness, Senin (15/3/2021).
Penandatanganan MOU antara LKN dan Kopetindo ini disaksikan antara lain oleh Humas LKN sekaligus Pemred Majalah TopBusiness M Lutfi Handayani serta Arya Rezavidi (Ketua Pengawas Kopetindo) dan Ari B. Martono (Pengurus Kopetindo).
Koperasi Kopetindo, selain fokus dalam pengembangan Energi Terbarukan, juga melebarkan usahanya dibidang Pertanian dan Peternakan, agar masyarakat memiliki ketahanan energi dan ketahanan pangan.
Program Ternak Bae
Salah satu program ketahanan pangan yang dikembangkan bersama LKN, adalah “Ternak Bae”, yakni program penggemukan ternak domba oleh masyarakat sebagai Mitra Usaha. Masyarakat di Pekalongan, dipilih sebagai pilot project yang akan menjalankan program Ternak Bae. Ditargetkan, 5.000-10.000 Kandang Domba, akan dibangun di Pekalongan. Saat ini, sudah ada 3.066 individu masyarakat yang akan menjadi Mitra usaha.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di tengah Pandemi COVID-19, melalui usaha Ternak Domba, dengan investasi dan modal operasional yang disediakan oleh Investor. Lahan kosong, disiapkan oleh individu masyarakan, dan investor akan membangunkan maksimal 2 kandang domba dengan kapasitas 30-60 ekor serta menyediakan pakan selama proses penggemukan. Keuntungan bagi Mitra usaha, dalam jangka waktu kerjasama tertentu, kandang domba tersebut akan menjadi milik individu masyarakat yang menjadi Mitra Usaha. Selain itu, para Mitra Usaha juga akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan usaha domba.
Bagusnya lagi, setiap tiga bulan, para Mitra Usaha akan melakukan panen hasil penggemukan dombanya. Domba yang sudah gemuk/siap dipanen, akan diserap/dibeli seluruhnya oleh Koperasi. Jadi, masyarakat yang menjadi mitra usaha, tidak kebingungan dan tak kesulitan untuk menjualnya. Ada skema bagi hasil keuntungan yang akan diterima oleh Mitra Usaha, sebagai upaya peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.
Semua komponen sudah siap dan saling bersinergi. Investornya ada, masyarakat peternaknya ada, Koperasi yang menaungi mitra usaha, juga ada. Bahkan, pasar hasil peggemukan dombanya, juga sudah siap. Program yang sangat applicable/implementatif ini harus didukung oleh semua pihak. Termasuk oleh Pemda dan masyarakat Pekalongan. Jika ada pihak yang menghambat, berarti mereka tidak “pro” dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ini adalah contoh nyata dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga, setelah berhasil dijalankan di Pekalongan, program Ternak Bae, dapat terus dikembangkan ke daerah-daerah lainnya.

Program yang ditunggu tunggu… Tetapi jika hanya Pekalongan terlalu kecil… Kenapa tidak sekalian Karesidenen pekalongan dan kedua yg selama ini penduduknya kebanyakan hidup dari ternak
Program yg bagus. Namun harus ada unsur ke hati2an dalam memilih calon peternak. Sudah menjadi jamak di tingkat petani, ternak di jual.
Alangkah baiknya melibatkan organisasi HPDKI dimana memiliki anggota cukup besar dari kalangan muda yg progresif.
Program ini sama persis yang ada di kebumen..banyak yg mendaftar dokumen sudah di kumpulkan tapi semua gagal totolllll
Gagalnya kenapa mas? ini di banyumas baru mulai booming. Kalau ada informasi valid sangat membantu mas biar masyarakat ga salah ambil langkah. Suwun..
Mudah2an program ternak BAE di Pekalongan segera terealisasi. Shg masyarakat dapat menjemput rizki untuk menopang ekonomi rakyat selama 2 th pandemi covid 19 terhenti.
Sae
Cara daftarnya gimana min?