Jakarta, TopBusiness—PT Pratama Widya, Tbk., hari ini merilis keterbukaan informasi untuk otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) atau pun publik. Dalam hal tersebut, perusahaan konstruksi tersebut menjelaskan pemakaian dana yang didapatkan dari IPO (initial public offering/penawaran perdana saham ke publik).
Manajer Pengembangan Bisnis Pratama Widya, Richard Antonio, mengatakan bahwa sebagian dana IPO tersebut untuk membeli kantor dan tanah. Nilai dana untuk hal tersebut pada Rp 19,72 miliar atau 17,28% dari total dana.
Kemudian, untuk renovasi dan pembangunan kantor operasional atau workshop, dana yang digunakan sebesar Rp 30,70 miliar. Atau, 26,9% dari total dana tersebut.
Dijelaskan pula jenis penggunaan dana untuk keperluan lain: pembelian mesin baru (Rp 52,34 miliar atau 45,85%); pelunasan utang kepada seluruh pihak berelasi (Rp 5,55 miliar atau 4,86%); serta modal kerja (Rp 2,68 miliar atau 2,35%).
Perusahaan tersebut IPO pada 7 Februari 2020. Dengan perolehan dana publik dari aktivitas tersebut, sebesar Rp 114,16 miliar.
