Jakarta — Efek musim hujan ataupun banjir yang terjadi di belakangan ini di Indonesia sudah dikalkulasi dalam perkiraan inflasi untuk tahun ini. Karena itu, Bank Indonesia meyakini bahwa inflasi untuk tahun 2014 ini tetap seperti yang diperkirakan. Yakni di 4,5 persen plus-minus 1 persen. Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta hari ini.
Memang, akibat musim hujan ataupun banjir, angka inflasi di Januari ini lebih tinggi. Bisa mendekati 0,85 persen sampai 1 persen. “Tapi sudah lazim bahwa kalau Januari lebih tinggi. Dan semua itu sudah dikalkulasi Bank Indonesia,” kata mantan ekonom Bank Mandiri tersebut.
Bank Indonesia terus memantau kecenderungan musim hujan dan banjir di beberapa daerah penghasil padi. Misalnya Jawa Barat, katanya.
Tren musim hujan dan banjir itu, termasuk dalam pola siklus musiman yang lazim terjadi. “Hanya memang, yang perlu dicermati adalah intensitas dampak siklus musiman tersebut.”
Lebih lanjut Mirza mengatakan, yang juga perlu dicermati adalah efek siklus musiman itu terhadap APBNP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) 2014. “Bisa saja ada beberapa target yang perlu dikoreksi sehubungan siklus itu.” (DHI/DHI)
