
Jakarta-Thebusinessnews. Desakan untuk menurunkan suku bunga acuan Bank Indonesia kian masif. Terakhir. Hal itu diminta oleh Direktur Utama PT BNI Tbk,Achmad Baiquni.
” Kalau bisa BI Rate turun 25 bps (basis point ) sebelum akhir tahun.” Harap di di kantor pusat BNI,Jakarta.Kamis,15 Oktober 2015.
Ia menyatakan harapan itu seiring dengan telah turunnya suku bunga penjamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) 25 bps.Hal itu di pandang penting untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Pandangan itu juga di topang semakin baik perekonomian nasional. Hal itu terlihat dari meningkatnya pertumbuhan kredit BNI 14,6 persen pada kuartal III 2015 sebesar Rp 307,12 triliun. Sementara periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 267,94 triliun. (Az)