Jakarta, TopBusiness – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi masih akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini lantaran beberapa sentiment positif tak bisa mengatasi sentiment negatif yang ada.
Menurut analis pasar modal dari Binaartha sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG ditutup terkoreksi 0.46% di level 6166.82 pada Senin, 29 Maret 2021 kemarin. Dan untuk hari ini, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Cuma sayangnya, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Hal ini juga terlihat dari pergerakan index telah menguji batas atas dari beberapa garis MA 10 maupun MA 60, sehingga peluang terjadinya koreksi lanjutan menuju kepada level support masih terbuka lebar,” demikian seperti disebutkan Nafan dalam Binaartha Technical Research, di Jakarta, Selasa (30/3/2021).
Dengan kondisi tersebut, kata dia, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance maksimum IHSG diproyeksi akan berada pada rentang 6081.11 hingga 6254.33
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:
– ADRO, dengan daily (1205). RoE: 3.72%; PER: 18.53x; EPS: 64.76; PBV: 0.69x; Beta: 1.32. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1190 – 1210, dengan target harga secara bertahap di level 1255, 1305, 1360 dan 1715. Support: 1150 & 1030.
– AKRA, dengan daily (3270). RoE: 8.76%; PER: 14.31x; EPS: 231.23; PBV: 1.26x; Beta: 1.75. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan, minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 3250 – 3270, dengan target harga secara bertahap di level 3420, 3600, 4010 dan 4420. Support: 3190 & 3090.
– ASRI, dengan daily (232). RoE: -14.17%; PER: -3.49x; EPS: -66.51; PBV: 0.50x; Beta: 2.31. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 226 – 232, dengan target harga secara bertahap di level 244, 260, 300, 340 dan 356. Support: 220 & 212.
– IPCC, dengan daily (615). RoE: -4.27%; PER: -25.78x; EPS: -24.24; PBV: 1.11x; Beta: N/A. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 20 maupun MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 600 – 620, dengan target harga secara bertahap di level 665, 710, 820 dan 1000. Support: 570 & 530.
– LSIP, dengan daily (1335). RoE: 7.50%; PER: 13.14x; EPS: 102.35; PBV: 0.99x; Beta: 1.07. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada level 1320 – 1340, dengan target harga secara bertahap di 1380, 1425, 1480, 1610 dan 1740. Support: 1320 & 1280.
– MNCN, dengan daily (1020). RoE: 12.79%; PER: 8.40x; EPS: 122.09; PBV: 1.07x; Beta: 1.74. Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada level 1000 – 1020, dengan target harga secara bertahap di 1060, 1160, 1390 dan 1620. Support: 985.
FOTO: Rendy MR (TopBusiness)
