Jakarta, TopBusiness – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, di awal bulan April 2021, diproyeksi masih akan bejuang untuk menuju tren penguatannya.
Beratnya IHSG ini tak lepas dari banyaknya sentiment negatif yang turut menyeret Indeks. Terbukti Indeks kembali merosot tajam ke level di bawah 6.000.
Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, analis pasar moda dari Binaarta Sekuritas, IHSG masih ditutup melemah signifikan 1.42% di level 5985.52 pada perdagangan kemarin, 31 Maret 2021. Dan untuk perdagangan hari ini, berdasarkan indikator, MACD dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.
“Namun untungnya, Stochastic sudah mulai terlihat kondisi jenuh jual atau oversold. Di sisi lain juga, sudah terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG, sehingga ke depannya berpeluang menuju ke resistance terdekat,” kata Nafan dalam Binaartha Technical Research, Kamis (1/4/2021).
Dengan kondisi tersebut, kata Nafan, berdasarkan rasio fibonacci, untuk level support maupun resistance minimum IHSG diproyeksi akan berada pada kisaran 5940.99 hingga 6081.11.
Berikut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain:
– ASRI, dengan daily (212). RoE: -14.17%; PER: -3.25x; EPS: -66.51; PBV: 0.46x; Beta: 2.32. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 206 – 212, dengan target harga secara bertahap di level 222, 260, 300, 340 dan 356. Support: 200 & 190.
– BNGA, dengan daily (995). RoE: 4.90%; PER: 12.31x; EPS: 80.82; PBV: 0.60x; Beta: 1.92. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area 980 – 1000, dengan target harga secara bertahap di level 1020, 1075, 1200 and 1325. Support: 980 & 950.
– CTRA, dengan daily (1195). RoE: 1.83%; PER: 64.60x; EPS: 16.64; PBV: 1.18x; Beta: 2.08. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 1050 – 1100, dengan target harga secara bertahap di level prices 1130, 1255 dan 1375. Support: 1035 & 1005.
– DSNG, dengan daily (1375). RoE: 28.38%; PER: 18.63; EPS: 73.79; PBV: 5.29x; Beta: 1.13. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 1360 – 1375, dengan target harga secara bertahap di level level 1395, 1470, 1550, 1625 dan 2550. Support: 1350 & 1315.
– HMSP, dengan daily (1375). RoE: 28.38%; PER: 18.63; EPS: 73.79; PBV: 5.29x; Beta: 1.13. Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi” pada area 1350 – 1375, dengan target harga secara bertahap di level level 1395, 1470, 1550, 1625 dan 2550. Support: 1350 & 1315.
– INCO, dengan daily (4380). RoE: 4.10%; PER: 37.20x; EPS: 118.00; PBV: 1.53x; Beta: 1.59. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 200 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 4320 – 4380, dengan target harga secara bertahap di level 4600, 5000, 5425, 5775 dan 7225. Support: 4320 & 3700.
– INDY, dengan daily (1425). RoE: -7.63%; PER: -7.07x; EPS: -200.83; PBV: 0.54; Beta: 2.15. Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi” pada area level 1400 – 1430, dengan target harga secara bertahap di level 1470, 1500, 1615, 1735 dan 1850. Support: 1380.
FOTO: TopBusiness
